Masa remaja merupakan periode transisi yang rentan terhadap ketidakseimbangan emosi dan perilaku menyimpang, yang dapat berujung pada kenakalan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor determinan kenakalan remaja serta merancang strategi bimbingan psikososial sebagai upaya pencegahan dan pembinaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus di lingkungan mitra, meliputi observasi, wawancara mendalam dengan remaja, orang tua, dan guru/konselor, serta analisis dokumen dan studi pustaka. Fokus analisis mencakup faktor internal, seperti konsep diri dan kondisi psikologis remaja, serta faktor eksternal, meliputi dukungan keluarga, lingkungan sosial, kondisi sosial ekonomi, pendidikan, dan nilai moral maupun keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi kompleks antara faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku menyimpang. Berdasarkan temuan ini, dikembangkan strategi bimbingan psikososial melalui workshop, konsultasi, dan modul panduan aplikatif bagi remaja, guru, dan orang tua. Implementasi strategi tersebut terbukti meningkatkan keterampilan pengelolaan emosi, empati, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam pembinaan remaja, serta menyarankan penerapan program yang berkelanjutan dan berbasis bukti untuk mencegah dan mengurangi kenakalan remaja secara efektif
Copyrights © 2026