Desa Saragian, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, memiliki potensi nira aren yang besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah, salah satunya Golla Kambu. Namun, pelakuĀ UMKM di desa tersebut masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain keterbatasan inovasi produk, penggunaan kemasan yang kurang higienis dan kurang menarik, pemasaran yang belum memanfaatkan teknologi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Saragian, khususnya pelaku UMKM Golla Kambu, mengenai inovasi produk, penerapan kemasan higienis dan menarik, serta strategi pemasaran berbasis digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dengan prinsip learning by doing melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi survei lokasi dan rapat koordinasi, sedangkan tahap pelatihan mencakup kegiatan pre-test, pemaparan materi, praktik langsung, dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pemahaman peserta, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 57,50 meningkat menjadi 96,25 pada post-test. Hasil uji Paired Samples T-Test menunjukkan perbedaan rata-rata sebesar -38,75 dengan tingkat signifikansi p = 0,000 (p < 0,01), yang menyatakan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam inovasi produk, pengemasan, dan pemasaran digital.
Copyrights © 2026