Tekanan psikologis atau stres maternal selama masa kehamilan berisiko tinggi membahayakan kesehatan ibu dan janin, serta memicu komplikasi seperti kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah (BBLR). Intervensi musik hadir sebagai solusi non-farmakologis untuk mereduksi kecemasan dan meningkatkan stabilitas emosional melalui regulasi sistem saraf otonom dan penurunan hormon kortisol. Bertujuan untuk menganalisis korelasi antara penerapan Intervensi musik dengan tingkat stres pada ibu hamil di Desa Bangun Rejo. Metode ini menggunakan desain korelasional dengan melibatkan 30 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengukuran stres dilakukan menggunakan instrumen Perceived Stress Scale (PSS) dan data diolah dengan uji Korelasi Pearson Product Moment (p < 0,005). Hasil Analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara Intervensi musik dan tingkat stres (r = -0,402, p < 0,001). Hal ini mengindikasikan bahwa paparan musik instrumental atau relaksasi secara konsisten berbanding lurus dengan rendahnya skor stres pada ibu. Intervensi musik merupakan intervensi non-farmakologis yang praktis dan efektif dalam meminimalisir stres prenatal, sehingga layak diintegrasikan ke dalam program perawatan antenatal di Desa Bangun Rejo.
Copyrights © 2026