Prevalensi diare pada anak sekolah di Jawa Barat sangat tinggi, menempatkan provinsi ini sebagai salah satu dari sepuluh wilayah dengan kasus terbanyak di Indonesia. Kabupaten Bandung sendiri menjadi daerah dengan kasus diare tertinggi kedua, yaitu 5.592 kasus, dengan jumlah tertinggi pada kelompok usia 5–14 tahun mencapai 12.806 kasus. Kondisi ini menunjukkan perlunya edukasi kesehatan yang tepat bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan, pengenalan, dan penanganan diare sehingga dapat mendukung kesehatan dan kehadiran mereka di sekolah. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan analisis situasi untuk mengidentifikasi kebutuhan, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan program, advokasi kepada pemangku kebijakan, serta penguatan dukungan sosial melalui tokoh masyarakat. Tahap pelaksanaan mencakup penyuluhan kesehatan dan intervensi edukatif melalui pertunjukan wayang boneka tangan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), dari nilai rata-rata pre-test 9,95 menjadi 11,41 pada post-test. Sikap siswa juga membaik, dari rata-rata 140,64 menjadi 146,82. Temuan ini membuktikan bahwa media wayang boneka tangan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terhadap praktik CTPS sebagai upaya pencegahan diare.
Copyrights © 2026