Anak tunagrahita memiliki keterbatasan kognitif yang berdampak pada kemampuan memahami konsep-konsep abstrak, termasuk nilai keagamaan. Namun demikian, keterbatasan tersebut tidak meniadakan potensi spiritual yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan Psikologi Islam dalam penguatan nilai keagamaan anak tunagrahita di SLB Negeri Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan psikologis dan religius. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Agama Islam, guru kelas, siswa tunagrahita, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Psikologi Islam diterapkan melalui tiga bentuk utama, yaitu pendekatan afektif dan empatik, keteladanan guru sebagai figur psikologis-spiritual, serta pembiasaan ibadah dan perilaku religius. Penguatan nilai keagamaan pada anak tunagrahita berlangsung secara bertahap dengan pola moral action sebagai pintu awal, moral feeling sebagai penguat utama, dan moral knowing sebagai hasil lanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Psikologi Islam efektif dalam penguatan nilai keagamaan anak tunagrahita karena menekankan aspek afeksi, relasi, dan pengalaman religius yang sesuai dengan kondisi psikologis anak. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan praktik Bimbingan Konseling Islam di sekolah luar biasa.
Copyrights © 2025