Artikel ini mengkaji transformasi pendidikan Islam pesantren berbasis moderasi beragama dalam menghadapi dinamika era disrupsi yang ditandai oleh percepatan perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan pergeseran nilai budaya. Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tradisional dihadapkan pada tantangan adaptasi struktural, kultural, dan pedagogis agar tetap relevan tanpa kehilangan identitas keislamannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui studi literatur dan analisis tematik terhadap sumber-sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pendidikan Islam pesantren berlangsung melalui tiga dimensi utama, yaitu penguatan nilai moderasi beragama, integrasi kurikulum keislaman dengan kompetensi abad ke-21, serta inovasi tata kelola kelembagaan yang adaptif terhadap perubahan sosial. Moderasi beragama berfungsi sebagai landasan etis dan epistemologis dalam membangun keseimbangan antara tradisi dan modernitas, antara identitas keislaman dan keterbukaan global. Transformasi ini tidak hanya memperkuat daya tahan pesantren dalam menghadapi disrupsi, tetapi juga menegaskan perannya sebagai pusat pembentukan karakter, integrasi sosial, dan rekonstruksi peradaban Islam yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2024