Dislipidemia merupakan gangguan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kolesterol total, LDL, dan trigliserida, serta penurunan HDL, yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular di Indonesia. Berdasarkan studi terbaru, prevalensi hiperkolesterolemia masih tinggi, dengan sekitar 29,3% orang dewasa mengalami kadar kolesterol total di atas normal, seiring dengan meningkatnya konsumsi makanan berlemak dan pola hidup tidak aktif. Kesadaran deteksi dini masih rendah dan sebagian besar pengobatan menggunakan statin yang rentan efek samping jangka panjang. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan akses masyarakat terhadap terapi herbal lokal yang aman dan terjangkau, lewat kegiatan penyuluhan, pemeriksaan kolesterol gratis, dan pelatihan penggunaan tanaman jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) serta daun kersen (Muntingia calabura L.) di Desa Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat yang dilaksanakan pada 4 Juni 2025 dengan jumlah peserta 35 orang. Beberapa studi lokal menunjukkan potensi signifikan tanaman tersebut: pemberian jahe merah dosis 3,2 ml/kg BB selama 21 hari pada wanita dislipidemia menurunkan kolesterol total dan LDL sebesar 12–13% secara signifikan. Selain itu, infusa daun kersen juga terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol pada mencit percobaan, dan review farmasi mencatat daun dan buah kersen efektif sebagai nutrasetikal penurun kolesterol. Hasil lapangan memperlihatkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang dislipidemia dan munculnya antusiasme dalam praktik pembuatan ramuan herbal. Peserta mengekspresikan minat kuat untuk menerapkan terapi herbal berkelanjutan sebagai alternatif pengobatan lokal yang efektif dan ekonomis, tanpa ketergantungan terhadap obat sintetis.
Copyrights © 2026