Pengamatan menunjukkan pola persebaran yang tidak merata, dengan keberadaan spesies sangat ditentukan oleh karakteristik habitat dan ketersediaan sumber pakan. Spesies sensitif seperti Rangkong badak (Buceros rhinoceros) dan Cica-daun besar (Chloropsis sonnerati) hanya dijumpai di hutan primer yang menyediakan pohon tinggi dan minim aktivitas manusia. Sebaliknya, Elang-ular bido (Spilornis cheela) tercatat di habitat hutan primer dan sekunder yang masih mendukung ketersediaan mangsa. Beberapa spesies seperti Kipasan belang (Rhipidura javanica) dan Sepah raja (Aethopyga siparaja) menunjukkan toleransi yang lebih baik terhadap aktivitas manusia selama habitat masih menyediakan kebutuhan spesifik mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi konservasi perlu mempertimbangkan karakteristik spesifik setiap spesies, dengan kombinasi perlindungan habitat kunci dan pengelolaan terhadap habitat dengan aktivitas manusia yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penentu persebaran burung langka tersebut guna menjadi bahan kajian terhadap kepentingan konservasi.
Copyrights © 2026