Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu Program Prioritas Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mulai dilaksanakan secara bertahap sejak 6 Januari 2025. Program ini bertujuan untuk mencegah stunting, meningkatkan gizi masyarakat, serta mengurangi angka kemiskinan,sekaligus menjadi langkah strategis dalam mengatasi berbagai tantangan gizi di Indonesia, seperti kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan zat gizi mikro. ini bertujuan untuk mengembangkan menu inovatif berbahan dasar pangan lokal sebagai upaya penanggulangan masalah gizi kurang pada bayi dan balita (MBG) tipe B3. MBG tipe B3 merupakan kategori balita dengan status gizi kurang yang memerlukan intervensi gizi spesifik melalui pemberian makanan tambahan (PMT) yang bergizi, terjangkau, dan sesuai dengan preferensi lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan modifikasi model Borg & Gall yang mencakup tahap identifikasi kebutuhan, perancangan menu, uji organoleptik, uji proksimat, serta uji kelayakan dan penerimaan oleh masyarakat. Bahan dasar yang digunakan meliputi pangan lokal seperti ubi jalar, tempe, ikan lele, dan sayuran hijau yang kaya akan protein, energi, dan mikronutrien penting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menu inovatif yang dikembangkan memiliki kandungan gizi yang sesuai dengan standar PMT untuk MBG tipe B3, serta diterima dengan baik oleh balita dan orang tua berdasarkan uji organoleptik. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif strategis dalam pengembangan PMT yang berkelanjutan dan berbasis potensi daerah. capaian dalam penelitian ini publish pada jurnal akreditasi nasional Sinta 1-6. TKT yang akan dihasilkan berada pada level 2 dikarenakan dalam penelitian ini dapat menjawab identifikasi permasalahan, menghasilkan instrumen penelitian, desain penelitian telah ditelusuri.
Copyrights © 2026