Penelitian ini mengkaji perilaku lendutan balok baja melalui pendekatan Metode Elemen Hingga (MEH) dan pengujian eksperimental untuk memperoleh kurva beban–lendutan yang akurat. Tujuan utama penelitian ini adalah membandingkan respons struktural balok baja tipe IWF terhadap pembebanan lentur melalui dua pendekatan berbeda, yaitu simulasi numerik dan pengujian laboratorium. Analisis dilakukan pada balok baja dengan beban terpusat (three-point bending) untuk mengevaluasi kesesuaian hasil prediksi numerik terhadap fenomena fisik yang terjadi. Metode Elemen Hingga digunakan untuk memodelkan balok secara ideal dengan asumsi material elastis linier serta kondisi batas yang terkontrol. Sebaliknya, pengujian eksperimental dilakukan menggunakan Universal Testing Machine (UTM) dengan pemantauan lendutan melalui sensor LVDT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurva beban–lendutan dari MEH dan hasil uji laboratorium memiliki kecocokan pola yang baik, terutama pada wilayah elastis. Perbedaan nilai lendutan maksimum sekitar 5–10% teridentifikasi sebagai akibat dari variasi sifat material aktual, imperfection struktural, serta deviasi kondisi tumpuan. Penelitian ini menegaskan bahwa MEH merupakan alat prediksi yang efektif dalam analisis perilaku lentur balok baja, namun tetap memerlukan validasi eksperimental untuk memastikan akurasi hasil perhitungan. Temuan ini bermanfaat dalam perencanaan struktur baja, khususnya untuk memastikan keselamatan dan efisiensi desain.
Copyrights © 2026