Abstrak Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting yang berpengaruh pada kualitas hidup dan perkembangan masa depan. Rendahnya pemahaman serta kurangnya kepercayaan diri remaja dalam mengambil keputusan sehat seringkali menjadi faktor pemicu terjadinya perilaku berisiko hal ini diakibatkan karena minimnya keterjangkauan remaja untuk mencapai layanan kesehatan, Terbatasnya pengetahuan serta pengaruh budaya Tabuh orang tua dalam memberikan pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan self-efficacy remaja dalam mengelola kesehatan reproduksi melalui pelatihan berbasis edukasi interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi role play. Program ini diikuti oleh remaja usia 15–19 tahun sejumlah 50 orang dan menggunakan desain pre–post test untuk menilai perubahan pengetahuan dan keyakinan diri. Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan (86%) pada pengetahuan dan keyakinan diri (82%). Peserta juga memperlihatkan partisipasi aktif selama kegiatan, yang mengindikasikan peningkatan kemampuan dalam komunikasi asertif dan pengelolaan tekanan sebaya. Pelatihan ini terbukti efektif dalam memperkuat self-efficacy remaja sehingga berpotensi menjadi strategi preventif dalam mencegah perilaku berisiko terkait kesehatan reproduksi. Program ini direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan melalui kerja sama sekolah, keluarga, dan komunitas guna memastikan perubahan perilaku yang lebih konsisten dan jangka panjang. Kata kunci: kesehatan reproduksi; remaja; self-efficacy. AbstractAdolescent reproductive health is a critical determinant of quality of life and future development. Limited understanding and low self-confidence in making healthy decisions often predispose adolescents to engage in risk-taking behaviors. These challenges are exacerbated by inadequate access to youth-friendly health services, insufficient knowledge, and persistent cultural taboos that hinder parents from providing comprehensive reproductive health education. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PKM) aimed to enhance adolescents’ self-efficacy in managing reproductive health through an educational intervention incorporating interactive learning, group discussions, case studies, and role-play simulations. The program involved 50 adolescents aged 15–19 years and employed a pre–post test design to assess changes in knowledge and self-efficacy. Post-test results demonstrated a substantial improvement in participants’ knowledge (86%) and self-efficacy (82%). Participants also exhibited high levels of active engagement throughout the sessions, indicating enhanced assertive communication skills and improved capacity to manage peer pressure. These findings suggest that the training was effective in strengthening adolescents’ self-efficacy and holds promise as a preventive strategy to reduce reproductive health–related risk behaviors. Sustained implementation through collaborative efforts among schools, families, and community stakeholders is recommended to support consistent and long-term behavioral change. Keywords: reproductive health; adolescents; self-efficacy
Copyrights © 2026