Abstrak Pengelolaan sampah perkotaan membutuhkan dukungan sistem operasional yang efisien, khususnya pada aspek pengangkutan dan pengolahan sampah. Salah satu komponen biaya operasional terbesar penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Ketidaktepatan dalam perhitungan kebutuhan BBM berpotensi menimbulkan ketidaktepatan anggaran, gangguan operasional, serta menurunkan efektivitas pelayanan publik. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mitra dalam memperoleh estimasi kebutuhan BBM alat berat melalui penerapan teknik uji petik pemakaian BBM. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemakaian BBM pada alat berat angkutan sampah bervariasi tergantung pada jenis alat, kondisi kendaraan, dan jam operasional. Total pemakaian BBM harian alat berat yang tercatat mencapai 1.368 liter dengan excavator sebagai penyumbang pemakaian tertinggi. Implikasi dari kegiatan ini adalah pentingnya penerapan sistem pengelolaan BBM yang lebih terukur dan berbasis data hasil uji petik sebagai dasar perencanaan anggaran dan pengendalian operasional. Selain itu, disarankan agar mitra melakukan pemeliharaan rutin alat berat serta mengembangkan sistem monitoring pemakaian BBM secara berkelanjutan guna meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan layanan persampahan. Kata kunci: pengabdian masyarakat; uji petik BBM; alat berat; pengelolaan sampah; efisiensi operasional AbstractUrban waste management requires efficient operational support, particularly in terms of waste transportation and processing. One of the largest components of operational costs is the use of fuel oil (BBM). Inaccurate calculations of fuel oil requirements can potentially lead to budget inaccuracies, operational disruptions, and reduced public service effectiveness. This activity aims to assist partners in estimating the fuel requirements of heavy equipment through the application of fuel consumption sampling techniques. The implementation of this community service activity consists of three stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and the reporting stage. The results of the activity show that fuel consumption in heavy waste transportation equipment varies depending on the type of equipment, vehicle condition, and operating hours. The total daily fuel consumption of heavy equipment reached 1,368 liters, with excavators contributing the highest consumption. The implication of this activity is the importance of implementing a more measurable fuel management system based on sampling test data as a basis for budget planning and operational control. In addition, it is recommended that partners perform routine maintenance of heavy equipment and develop a sustainable fuel consumption monitoring system to improve the efficiency and accountability of waste management services. Keywords: community service; fuel sampling; heavy equipment; waste management; operational efficiency.
Copyrights © 2026