Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kelayakan platform digital untuk literasi matematika berbasis budaya Kampung Adat Kuta dan menganalisis respons siswa terhadap penggunaannya dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model pengembangan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi (ADDIE). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur dan kuesioner. Instrumen penelitian terdiri dari lembar panduan wawancara dan kuesioner penilaian kualitas media. Subjek penelitian adalah pakar materi, pakar media, dan siswa kelas 8 SMP Negeri 10 Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform digital yang dikembangkan berhasil mengintegrasikan kearifan lokal Kampung Adat Kuta ke dalam pembelajaran matematika secara interaktif. Kelayakan platform dinilai berdasarkan aspek kelayakan konten, presentasi, dan bahasa oleh pakar materi, serta aspek tampilan, kemudahan penggunaan, kegunaan, dan grafis oleh pakar media. Kedua pakar menyimpulkan bahwa platform tersebut sangat layak digunakan. Lebih lanjut, siswa memberikan respons yang sangat positif terhadap penggunaan platform digital ini. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal melalui media digital dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan literasi matematika siswa. This study aims to explain the feasibility of a digital platform for mathematical literacy based on the culture of Kampung Adat Kuta and to analyze students’ responses to its use in mathematics learning. The research method employed is Research and Development (R&D) with the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE) development model. Data collection techniques included semi-structured interviews and questionnaires. The research instruments consisted of interview guideline sheets and media quality assessment questionnaires. The research subjects were material experts, media experts, and eighth-grade students of SMP Negeri 10 Tasikmalaya. The results of the study indicate that the developed digital platform successfully integrates the local wisdom of Kampung Adat Kuta into mathematics learning in an interactive manner. The feasibility of the platform was assessed based on content, presentation, and language feasibility aspects by material experts, as well as display, ease of use, usability, and graphic aspects by media experts. Both experts concluded that the platform is highly feasible for use. Furthermore, students gave very positive responses toward the use of this digital platform. Therefore, it can be concluded that the integration of local wisdom through digital media can serve as an innovative alternative to enhance students’ mathematical literacy.
Copyrights © 2025