Sariawan adalah penyakit yang salah satu penyebabnya adalah jamur Candida albicans. Sariawan sering terjadi pada lidah, mukosa rongga mulut dan kerongkongan. Kandungan metabolit seperti flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin pada ekstrak bunga rosella dapat dikembangkan sebagai obat kumur untuk mengatasi sariawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak bunga rosella dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans sebagai bahan aktif dalam sediaan mouthwash. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan membuat formula sediaan mouthwash berbagai konsentrasi ekstrak bunga rosella 1%, 3%, 5%, 7% dan 0% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan mouthwash ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) yang memenuhi standar kualitas adalah pada F2 dengan konsentrasi ekstrak 3%. Pada uji pH sediaan mouthwash diperoleh nilai pH yang semakin rendah dengan semakin tingginya konsentrasi ekstrak bunga rosella. Analisis data menggunakan oneway ANOVA menunjukkan bahwa nilai signifikansi <0,05 sehingga bermakna variasi konsentrasi ekstrak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai pH sediaan mouthwash. Formula yang menghasilkan daya hambat paling baik Adalah pada F4 dengan konsentrasi ekstrak bunga rosella 7% menghasilkan daya hambat sebesar 12 mm yang termasuk kategori kuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sediaan F4 dengan konsentrasi ekstrak bunga rosella 7% memiliki daya hambat paling kuat terhadap Candida albicans. Hasil analisis data diperoleh nilai signifikansi <0,05 yang bermakna perbedaan konsentrasi ekstrak bunga rosella berpengaruh secara signifikan terhadap aktivitas antijamurnya
Copyrights © 2026