Pendahuluan: Kepuasan kerja dokter internship merupakan aspek penting dalam menjaga kinerja dan kualitas pelayanan kesehatan. Faktor psikososial seperti work–life balance (WLB), beban kerja, serta burnout diduga berperan penting dalam memengaruhi tingkat kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh WLB, beban kerja, dan burnout terhadap kepuasan kerja dokter internship di Bali. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan pada Agustus–November 2025. Populasi meliputi seluruh dokter internship yang bertugas pada fasilitas jejaring di Provinsi Bali dengan sampel yang diperoleh melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan secara daring menggunakan kuesioner Work–Life Balance Scale, Maslach Burnout Inventory (MBI), Quantitative Workload Inventory (QWI), dan Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ). Analisis data mencakup uji korelasi dan regresi linear berganda dengan nilai signifikansi p<0,05. Hasil: Sebanyak 184 responden dilibatkan dalam penelitian ini. Rata-rata usia responden adalah 24,27±0,575 tahun, dengan mayoritas perempuan (63,6%) dan sedang berada di wahana rumah sakit swasta (92,4%). WLB menunjukkan korelasi positif sangat kuat terhadap kepuasan kerja (r=0,838; p<0,001), sementara beban kerja (r=–0,765), burnout (r=–0,828), depersonalization (r=–0,796), dan personal achievement (r=–0,737) berkorelasi negatif signifikan (p<0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa WLB, burnout, dan depersonalization merupakan prediktor yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Kesimpulan: Work–life balance meningkatkan kepuasan kerja, sedangkan burnout dan depersonalization sebaliknya, sehingga upaya memperbaiki keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan individu dan mencegah burnout penting untuk mendukung kesejahteraan dan mutu layanan oleh dokter internship.
Copyrights © 2025