Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dituntut memiliki kinerja organisasi yang akuntabel, responsif, dan berorientasi pada mutu layanan. Namun, pengukuran kinerja puskesmas masih sering berfokus pada aspek administratif dan finansial, sehingga belum menggambarkan capaian organisasi secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja Puskesmas Tipar Kota Sukabumi menggunakan pendekatan Balanced Scorecard (BSC) melalui empat perspektif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan, sekaligus merumuskan strategi peningkatan kinerja berbasis temuan empiris. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan penguatan data menggunakan kuesioner, melibatkan 10 informan kunci yang dipilih secara purposive. Validitas data dijaga melalui triangulasi, member checking, cross-check dokumen, dan audit trail. Hasil menunjukkan kinerja agregat Puskesmas Tipar berada pada kategori sangat baik (skor 92,26), dengan kekuatan pada akuntabilitas keuangan, kepuasan masyarakat, capaian SPM, dan kompetensi SDM. Namun, ditemukan area kritis yang memerlukan perbaikan, terutama stock-out obat, keterbatasan sarana ruang tunggu, dan stabilitas sistem informasi (SIMPUS). Integrasi BSC dengan Matriks OMTI menghasilkan rekomendasi strategis prioritas yang terukur, seperti perbaikan supply chain obat, penguatan inovasi digital, serta peningkatan kapasitas SDM. Studi ini menegaskan BSC efektif sebagai kerangka evaluasi komprehensif dan dasar penyusunan strategi peningkatan kinerja puskesmas secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026