Artikel ini mengkaji sistem perbudakan seksual militer Jepang, yang dikenal sebagai “Jugun Ianfu,” selama pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945). Sistem ini secara paksa menyediakan perempuan sebagai alat pemuas nafsu seksual bagi tentara Jepang di seluruh wilayah pendudukan. Artikel ini menelusuri sejarah Jugun Ianfu di Indonesia, mulai dari proses rekrutmen, kondisi di fasilitas penahanan, hingga dampaknya terhadap korban secara fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi. Melalui analisis historis, artikel ini mengungkap bagaimana sistem tersebut dibangun, bagaimana perempuan Indonesia menjadi korban, dan bagaimana trauma yang mereka alami telah memengaruhi generasi mendatang. Artikel ini menekankan pentingnya memahami sejarah kelam Jugun Ianfu untuk menghormati perjuangan para korban, mengadvokasi pengakuan atas penderitaan mereka, dan mencegah tragedi serupa di masa mendatang.
Copyrights © 2026