Penelitian ini mengeksplorasi peran pasar tradisional, khususnya pedagang sayuran kaki lima di Makassar, Indonesia, serta hubungannya dengan kearifan lokal dan dinamika sosial ekonomi. Pasar tradisional berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal, dengan menyumbang sekitar 70% dari total transaksi ritel di Indonesia. Studi ini menyelidiki bagaimana kearifan lokal memengaruhi praktik perdagangan dan tantangan sosial ekonomi yang dihadapi oleh para pedagang, yang berfungsi sebagai perantara antara petani lokal dan masyarakat. Menggunakan pendekatan fenomenologis, penelitian ini termasuk observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pedagang pasar, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa kearifan lokal, yang berakar pada nilai dan norma budaya, memainkan peran penting dalam praktik perdagangan pedagang dan meningkatkan solidaritas sosial dalam komunitas. Para pedagang mengandalkan pemahaman mereka terhadap kebutuhan lokal untuk menyesuaikan strategi pemasaran mereka sementara menghadapi tantangan dari persaingan modern dan perubahan pola konsumsi. Penelitian ini diakhiri dengan rekomendasi untuk pemberdayaan pedagang, pengembangan komunitas pasar, pelestarian kearifan lokal, dan saran untuk penelitian lebih lanjut guna memperkaya pengetahuan tentang dinamika pasar tradisional.
Copyrights © 2026