Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) memiliki peran penting dalam menumbuhkan kreativitas, rasa estetika, serta kemampuan ekspresi diri peserta didik di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam meningkatkan kreativitas siswa melalui kegiatan seni rupa di SD 1 Rahtawu, Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Kegiatan seperti membuat kolase dari bahan bekas dan mengukir sabun sederhana menjadi sarana efektif bagi siswa untuk menyalurkan ide serta mengembangkan imajinasi. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi, bekerja sama dengan baik, dan percaya diri dalam menampilkan hasil karya. Kesimpulannya, strategi guru yang inovatif dan berpusat pada siswa mampu meningkatkan kreativitas, kerja sama, serta tanggung jawab peserta didik. Solusi yang dapat diterapkan agar pembelajaran seni rupa lebih optimal adalah dengan memberikan ruang kebebasan berkreasi, memanfaatkan bahan sederhana dari lingkungan sekitar, serta memperkuat peran guru sebagai fasilitator yang memberikan motivasi dan apresiasi terhadap setiap karya siswa. Dengan demikian, kegiatan seni rupa dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan potensi kreatif dan karakter siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2025