Di era digital, anak-anak semakin sering terpapar perangkat elektronik atau screen time. Paparan layar yang berlebihan, khususnya saat waktu makan, berpotensi memengaruhi perilaku makan anak, seperti penurunan nafsu makan, durasi makan yang lebih lama, serta kecenderungan menjadi selective eater. Tujuan kajian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara durasi screen time dengan kesulitan makan pada anak melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah literature review sistematis dengan pendekatan analisis deskriptif. Proses pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, Google Scholar, dan MDPI menggunakan kata kunci “screen time”, “eating difficulties”, “selective eater”, dan “child eating behavior”. Artikel yang dipilih memenuhi kriteria inklusi, yaitu artikel open access, full text, berbahasa Indonesia atau Inggris, terbit dalam rentang tahun 2015–2025, serta terindeks Scopus atau SINTA. Teknik review dilakukan melalui tahapan pencarian, penyaringan judul dan abstrak, seleksi teks lengkap, ekstraksi data, dan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa dari sembilan artikel yang dianalisis, sebagian besar penelitian melaporkan adanya hubungan signifikan antara durasi screen time yang tinggi dengan kesulitan makan pada anak. Anak dengan durasi screen time yang lebih lama cenderung memiliki durasi makan yang lebih panjang, perilaku makan negatif, serta preferensi terhadap makanan tidak sehat dan penurunan konsumsi buah serta sayur. Selain itu, faktor pola asuh orang tua, tingkat pendidikan orang tua, dan stres ibu turut memengaruhi tingginya paparan layar pada anak. Kesimpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa durasi screen time yang berlebihan berhubungan dengan meningkatnya kesulitan makan pada anak, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dalam membatasi dan mendampingi penggunaan screen time sesuai rekomendasi usia.
Copyrights © 2026