Dalam bidang pendidikan, penguatan nilai kejujuran dan integritas akademik menjadi aspek yang sangat fundamental. Meskipun demikian, institusi pendidikan masih menghadapi berbagai kendala dalam penerapannya. Salah satu permasalahan utama yang muncul adalah kecurangan akademik. Kecurangan akademik merupakan permasalahan signifikan yang dihadapi oleh berbagai institusi pendidikan, karena berpotensi menurunkan mutu proses pembelajaran serta melemahkan kredibilitas capaian akademik.Penelitian ini dilaksanakan guna untuk mengkaji tingkat signifikansi teman sebaya dan motivasi belajar terhadap kecurangan akademik baik secara individual maupun kolektif. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode. Populasi dalam penelitian ini adalah seluru survei mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri yang ada di kota Kupang dengan sampel sebanyak 65 responden yang ditentukan melalui probability sampling menggunakan teknik sample random sampling berdasarkan insidental. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan instrumen kuesioner yang memuat 26 butir pernyataan, yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 27. Dimana data yang diolah telah memenuhi syarat asumsi klasik. Selanjutnya keseluruhan data diolah menggunakan analisis regresi linear berganda yang dilengkapi dengan uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa teman sebaya berpengaruh positif 0,411 dan signifikan pada 0,004 terhadap kecurangan akademik. Sedangkan motivasi belajar berpengaruh tidak positif -0,059 dan tidak signifikan pada 0,623.
Copyrights © 2026