Keterbatasan kajian mengenai pengaruh spektrum cahaya LED terhadap respons fisiologis berbagai varietas kentang pada kultur in vitro masih menjadi kendala dalam upaya optimalisasi produksi bibit secara efisien. Variasi spektrum cahaya diketahui dapat memengaruhi proses fotosintesis, pertumbuhan, serta akumulasi klorofil planlet secara berbeda antardiferensiasi varietas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh spektrum cahaya LED terhadap fisiologis eksplan kentang pada kultur in vitro, pengaruh varietas kentang terhadap fisiologis eksplan kentang pada kultur in vitro dan serta interaksi antara keduanya. Lima jenis spektrum cahaya LED diaplikasikan dan dilihat pengaruhnya terhadap pertumbuhan eksplan 5 varietas kentang in vitro. Percoabaan menggunakan Rancangan Split-plot tiga ulangan dengan rancangan dasar RAKL. Kandungan klorofil planlet kentang diukur menggunakan metode Arnon (1949) melalui ekstraksi 0,1 g daun dengan aseton 80%, dilanjutkan pengukuran absorbansi pada λ 645 nm dan 663 nm. Data dianalisis menggunakan uji F dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spektrum cahaya LED berpengaruh sangat nyata terhadap fisiologis eksplan kentang pada minggu keempat setelah kultur, dengan cahaya putih dan kombinasi cahaya red-green-blue (RGB) menghasilkan kandungan klorofil tertinggi. Varietas kentang berpengaruh sangat nyata terhadap fisiologis eksplan kentang pada kultur in vitro, dengan varietas Tedjo MZ menunjukkan performa terbaik. Tidak ada interaksi nyata antara varietas kentang dan spektrum cahaya LED terhadap fisiologis planlet kentang pada kultur in vitro. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi optimasi sistem pencahayaan kultur in vitro kentang untuk meningkatkan efisiensi produksi bibit berkualitas.
Copyrights © 2026