Kasus perceraian di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun, salah satu penyebabnya bisa dikarenakan menurunnya kepuasan pernikahan. Dinamika peran gender dalam pernikahan di Indonesia, termasuk pembagian peran domestik, tanggung jawab ekonomi, dan tuntutan emosional, berpotensi memengaruhi tingkat kepuasan pernikahan yang dirasakan oleh pasangan suami istri. Namun, bukti empiris mengenai perbedaan kepuasan pernikahan antara laki-laki dan perempuan dalam konteks budaya Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kepuasan pernikahan berdasarkan jenis kelamin menggunakan ENRICH Marital Satisfaction Scale. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan melibatkan 176 responden yang terdiri dari 88 laki-laki dan 88 perempuan, yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Instrumen mencakup 10 aspek kepuasan pernikahan menunjukkan reliabilitas yang baik (Cronbach’s α = 0,865). Data dianalisis menggunakan uji asumsi dan independent sample t-test. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan tingkat kepuasan pernikahan antara laki-laki dan perempuan (t = 2,044; p = 0,042; p < 0,05), tingkat kepuasan pernikahan laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan. Perbedaan tersebut berkaitan dengan aspek komunikasi, manajemen konflik, pembagian peran, tekanan ekonomi, dan kematangan emosi. Secara teoretis, temuan ini memperkaya kajian psikologi keluarga dengan menegaskan peran dinamika gender dalam membentuk kepuasan pernikahan pada konteks masyarakat Indonesia. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan dasar bagi pengembangan program konseling dan edukasi pernikahan yang lebih responsif terhadap perbedaan pengalaman laki-laki dan perempuan dalam menjalani peran pernikahan.
Copyrights © 2026