Teluk Biru, yang merupakan daerah penangkapan bagan apung di Selat Bali, berperan penting dalam mendukung produksi perikanan ikan Clupeiformes di Muncar dan wilayah sekitar Selat Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komposisi spesies dan pola pertumbuhan hasil tangkapan Clupeiformes di Teluk Biru dan keterkaitannya dengan parameter lingkungan. Pengambilan contoh dilakukan selama musim barat (Desember 2023, Februari 2024) dan musim peralihan-1 (Maret–April 2024). Analisis data mencakup penilaian komposisi spesies, hubungan panjang-bobot, faktor kondisi, variabilitas spasio-temporal parameter oseanografi, dan Analisis Korespondensi Kanonik. Tangkapan Clupeiformes selama kedua musim terdiri atas enam spesies, dengan adanya variasi bulanan pada spesies dominan. Sebagian besar individu merupakan fase yuwana, kecuali Spratelloides delicatulus yang banyak ditemui stadia dewasanya. Mayoritas spesies memiliki pertumbuhan alometrik positif dan berada dalam kondisi pertumbuhan yang baik (FK > 1,00). Parameter fisik-kmiawi perairan berbeda signifikan antarwaktunya dan mendukung kehidupan ikan di dalamnya. Klorofil-a cenderung menurun pada musim barat dan meningkat menjelang musim peralihan-1, berbanding terbalik dengan suhu permukaan laut. Terdapat empat parameter lingkungan utama yag berasosiasi dan berpengaruh signifikan terhadap komposisi ikan Clupeiformes, yakni suhu, salinitas, oksigen terlarut, dan klorofi-a. Status sumber daya Clupeiformes di Teluk Biru berada dalam lingkungan yang sesuai, namun mengalami tekanan penangkapan dari bagan apung, terutama pada anak-anak ikan.
Copyrights © 2026