Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Juvenile Fish Composition and Their Growth Aspects on the East Coast of Banyuwangi, East Java, Indonesia Nazal, Muhammad Faris; Simanjuntak, Charles P.H.; Lumban-Gaol, Jonson; Kurniawan, Fery; Cheung, William W.L.; Reygondeau, Gabriel; Teh, Lydia; Suhita, Ni Putu Asri Ratna
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 32 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.32.5.1185-1198

Abstract

The east coast of Banyuwangi, Bali Strait, has the potential to function as a nursery area for juvenile fish. Therefore, it is essential to research the ecology of juvenile fish resources. This study aimed to uncover the composition of juvenile fishes and their growth aspects through length-weight relationships and condition factors. We collected 9748 fish specimens from floating lift nets during April, September, December 2023, and February 2024. Identification and morphometric analysis were conducted to calculate fish juvenile assemblage composition, growth patterns from length-weight relationships, and condition factors. The study found 48 species from 26 families and 17 orders. The small pelagic fish group was the most common, including species from the Carangidae, Dorosomatidae, Spratelloididae, Engraulidae, Atherinidae, and Scombridae families in terms of the number of individuals and overall biomass. The fish growth on the east coast of Banyuwangi is optimal, with most fish species exhibiting positive allometric and isometric growth patterns. The overall condition factor of the juvenile fish is above 1.00, indicating that the health of fish resources is good. This suggests that the east coast of Banyuwangi, Bali Strait, can support the growth of fish juveniles and maintain the sustainability of fish resources.
English: Stadia hidup, pertumbuhan, dan kesesuaian habitat Clupeiformesdi Teluk Biru, Selat Bali Nazal, Muhammad Faris; Simanjuntak, Charles Parningotan Haratua; Kurniawan, Fery; Lumban-Gaol, Jonson
Habitus Aquatica Vol 7 No 1 (2026): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.7.1.8

Abstract

Teluk Biru, yang merupakan daerah penangkapan bagan apung di Selat Bali, berperan penting dalam mendukung produksi perikanan ikan Clupeiformes di Muncar dan wilayah sekitar Selat Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komposisi spesies dan pola pertumbuhan hasil tangkapan Clupeiformes di Teluk Biru dan keterkaitannya dengan parameter lingkungan. Pengambilan contoh dilakukan selama musim barat (Desember 2023, Februari 2024) dan musim peralihan-1 (Maret–April 2024). Analisis data mencakup penilaian komposisi spesies, hubungan panjang-bobot, faktor kondisi, variabilitas spasio-temporal parameter oseanografi, dan Analisis Korespondensi Kanonik. Tangkapan Clupeiformes selama kedua musim terdiri atas enam spesies, dengan adanya variasi bulanan pada spesies dominan. Sebagian besar individu merupakan fase yuwana, kecuali Spratelloides delicatulus yang banyak ditemui stadia dewasanya. Mayoritas spesies memiliki pertumbuhan alometrik positif dan berada dalam kondisi pertumbuhan yang baik (FK > 1,00). Parameter fisik-kmiawi perairan berbeda signifikan antarwaktunya dan mendukung kehidupan ikan di dalamnya. Klorofil-a cenderung menurun pada musim barat dan meningkat menjelang musim peralihan-1, berbanding terbalik dengan suhu permukaan laut. Terdapat empat parameter lingkungan utama yag berasosiasi dan berpengaruh signifikan terhadap komposisi ikan Clupeiformes, yakni suhu, salinitas, oksigen terlarut, dan klorofi-a. Status sumber daya Clupeiformes di Teluk Biru berada dalam lingkungan yang sesuai, namun mengalami tekanan penangkapan dari bagan apung, terutama pada anak-anak ikan.