Pendahuluan: Pengelolaan limbah medis rumah sakit sangat penting karena memiliki berbagai risiko terhadap kesehatan bagi siapa saja, termasuk karyawan rumah sakit, pasien dan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tindakan perawat dalam pemilahan limbah medis di RSUD Kota Sabang. Metode: Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua perawat di RSUD Kota Sabang tahun 2022 sebanyak 158 perawat. Pengambilan sampel menggunakan propotional sampling sebanyak 61 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Hasil menunjukkan bahwa 60,7% pemilihan limbah medis kurang baik, 50,8% berpengetahuan baik, 57,4% bersikap positif, 54,1% masa kerja lama dan 52,2% responden dengan pelatihan. Hasil analisis bivariat diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan (ρ value = 0,002), sikap (ρ value = 0,006), masa kerja (ρ value = 0,008) dan pelatihan (ρ value = 0,021) dengan tindakan perawat dalam pemilihan limbah medis di RSUD Kota Sabang. Kesimpulan: Semua variabel memiliki hubungan dengan tindakan perawat dalam pemilihan limbah medis di RSUD Kota Sabang tahun 2022. Saran: Diharapkan pimpinan rumah sakit untuk memperketat peraturan mengenai tindakan perawat dalam pemilihan limbah medis di RSUD Kota Sabang dan kepada perawat di RSUD Kota Sabang untuk memilah sampah medis.
Copyrights © 2025