Pendidikan jasmani di Madrasah Ibtidaiyah idealnya menjadi tempat di mana sportivitas dapat berkembang, namun kenyataannya banyak siswa yang kesulitan menerima kekalahan, kurang menghormati teman sebaya, dan tidak konsisten dalam mengikuti aturan permainan. Situasi ini membutuhkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan keterampilan motorik tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai sportivitas, salah satunya melalui model stasiun aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran bola kecil berbasis stasiun aktivitas, faktor pendukung dan penghambatnya, serta kontribusinya terhadap sportivitas siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas IV MI NU Sholahiyah dengan 31 siswa menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (1) , dan divalidasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stasiun aktivitas diimplementasikan dengan baik, ditunjukkan oleh partisipasi aktif siswa, kerja sama dalam kelompok, kepatuhan terhadap aturan permainan, dan dukungan dari kebijakan sekolah melalui Keputusan Kepala MI yang mendorong penerapan pembelajaran aktif. Model ini juga terbukti menumbuhkan sportivitas melalui empat indikator utama, yaitu fair play, menghormati teman, menerima keputusan guru, dan kejujuran. Kesimpulannya, stasiun aktivitas cocok sebagai strategi pembelajaran rutin di MI dan sebagai referensi bagi Program Studi PGMI dalam merancang pembelajaran berbasis aktivitas yang dapat langsung diterapkan oleh mahasiswa dalam praktik mengajar, sehingga membantu memperkuat kompetensi pedagogis calon guru.Kata kunci: Bola Kecil, Stasiun Aktivitas, Sportivitas
Copyrights © 2026