Latar Belakang: Kualitas hidup penderita hipertensi menjadi perhatian penting dalam dunia kesehatan karena penderita hipertensi berisiko memiliki kualitas hidup yang buruk seiring dengan komplikasi yang dapat ditimbulkan dari penyakit hipertensi itu sendiri. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan manajemen diri dengan kualitas hidup penderita hipertensi di Desa Luwus Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan. Metode: Penelitian merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 62 penderita hipertensi yang dipilih berdasarkan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) dan instrumen WHOQoL-BREF. Data dianalisis dengan uji Rank Spearman. Hasil: Penelitian menemulan manajemen diri pasien hipertensi sebagian besar berada dalam kategori cukup, yaitu sebanyak 38 orang (61,3%) dan kualitas hidup responden sebagian besar berada dalam kategori baik, yaitu sebanyak 49 orang (60,9%). Manajemen diri memiliki hubungan signifikan dengan kualitas hidup penderita hipertensi di Desa Luwus Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan (p = 0,001; r = 0,428). Kesimpulan: Manajemen diri merupakan pilar utama pasien dengan penyakit kronis dalam keberhasilan tatalaksana perawatan. Semakin baik manajemen diri pasien hipertensi, maka akan semakin baik kualitas hidupnya.
Copyrights © 2025