Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Keselamatan Pasien Dengan Kepatuhan Protokol Keselamatan Bedah : The Correlation of Knowledge Levels About Patient Safety With Compliance of Surgical Safety Protocols Filastana, I. M. Doyobi; Dewi, Desak Putu Risna; Oktavyanti, Dwi
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 3 No. 2 (2024): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v3i2.135

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kamar operasi merupakan pelayanan yang berpengaruh terhadap indikator layanan mutu Rumah Sakit. WHO mendorong gerakan operasi yang aman, dan menciptakan surgical safety checklist (SSC) yang terbukti menurunkan angka kematian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan tentang keselamatan pasien dengan kepatuhan protokol keselamatan bedah di kamar operasi Rumah Sakit Denpasar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunal total sampling dengan jumlah 22 responden. Instrumennya yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan patient safety dan WHO-surgical safety checklist. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil: dari 22 responden sebagian besar memiliki pengetahuan baik 11 orang (50%), berpengetahuan cukup sebagian besar patuh sebanyak 5 orang (22,8%), sedangkan berpengetahuan kurang sebagian besar tidak patuh sebanyak 3 orang (13,6%). Hasil uji chi-square diperoleh nilai P = 0,016 (< α = 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat pengetahuan tentang pengetahuan tentang keselamatan pasien dengan kepatuhan protokol keselamatan bedah di kamar operasi Rumah Sakit Denpasar.
HUBUNGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN DENGAN TERJADINYA HIPERVOLEMIA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA: Fluid Restriction Compliance and Hypervolemia in Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis Dewi, Desak Putu Risna; Lestari, Ni Luh Putu Lely; Oktavyanti, Dwi; Arisudhana, Gede Arya Bagus
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i1.38

Abstract

Latar Belakang: Gagal Ginjal Kronik dapat didefinisikan sebagai kerusakan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali,sehingga tubuh kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan peningkatan ureumia. Pasien Gagal Ginjal kronik yang menjalani hemodialisa diketahui bahwa paling banyak mengalami kelebihan cairan sehingga terjadi perubahan berat badannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa. Metode : Penelitian ini menggunakan diskriptif korelasi pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjalkronik yang menjalani hemodialisa di RS Balimed Denpasar. Jumlah sampel sebanyak 90 responden dengan menggunakan teknik quota sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk keparuhan pembatasan cairan, dan alat ukur untuk kejadian hipervolemia menggunakan lembar catatan pengukuran berat badan. Hasil: Kepatuhan pembatasan cairan kategori kurang patuh sebanyak 65 responden (72,2%) dan kejadian hipervolemia kategori hipervolemia ringan sebanyak 71 responden (78,9%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p = 0,019 (< α 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa. Pasien gagal ginjal kronis dalam lingkup rumah sakit, perawat bisa memeberikan pendidikan maupun konseling kesehatn mengenai pembatasan cairan dapat berupa diskusi atau menggunakan audio visual dengan demosntrasi sehingga pasien HD tidak hanya mendengar tetapi juga bisa langsung mempraktekannya.
Hubungan Manajemen Diri Dengan Kualitas Hidup Penderita Hipertensi Di Desa Luwus Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan: Self-Management and Quality of Life among Hypertensive Patients in Luwus Village, Tabanan Tiana, Ni Luh Lela; Oktavyanti, Dwi
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v2i1.68

Abstract

Latar Belakang: Kualitas hidup penderita hipertensi menjadi perhatian penting dalam dunia kesehatan karena penderita hipertensi berisiko memiliki kualitas hidup yang buruk seiring dengan komplikasi yang dapat ditimbulkan dari penyakit hipertensi itu sendiri. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan manajemen diri dengan kualitas hidup penderita hipertensi di Desa Luwus Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan. Metode: Penelitian merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 62 penderita hipertensi yang dipilih berdasarkan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) dan instrumen WHOQoL-BREF. Data dianalisis dengan uji Rank Spearman. Hasil: Penelitian menemulan manajemen diri pasien hipertensi sebagian besar berada dalam kategori cukup, yaitu sebanyak 38 orang (61,3%) dan kualitas hidup responden sebagian besar berada dalam kategori baik, yaitu sebanyak 49 orang (60,9%). Manajemen diri memiliki hubungan signifikan dengan kualitas hidup penderita hipertensi di Desa Luwus Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan (p = 0,001; r = 0,428). Kesimpulan: Manajemen diri merupakan pilar utama pasien dengan penyakit kronis dalam keberhasilan tatalaksana perawatan. Semakin baik manajemen diri pasien hipertensi, maka akan semakin baik kualitas hidupnya.