Kajian tafsir Al-Qur’an di Indonesia mengalami perkembangan signifikan seiring dengan munculnya mufasir kontemporer yang berupaya menjawab tantangan zaman. Perubahan sosial, politik, budaya, dan keagamaan di Indonesia menuntut pendekatan tafsir yang tidak hanya bersifat tekstual normatif, tetapi juga dialogis dan kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran mufasir kontemporer Indonesia dalam membangun dialektika antara kritik ilmiah dan realitas sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), dengan menganalisis karya-karya tafsir, artikel akademik, serta pemikiran mufasir Indonesia kontemporer. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dan wacana untuk mengungkap corak penafsiran, pendekatan metodologis, serta respons terhadap isu-isu sosial seperti pluralisme, keadilan sosial, kebangsaan, dan moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mufasir kontemporer Indonesia mengembangkan tafsir yang bersifat kritis, multidisipliner, dan kontekstual, dengan menjadikan realitas sosial sebagai ruang dialog dengan teks Al-Qur’an. Dialektika antara kritik ilmiah dan realitas sosial tersebut melahirkan corak tafsir yang khas Indonesia, yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman teks, tetapi juga pada transformasi sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah studi tafsir Nusantara serta memberikan kontribusi bagi pengembangan pemikiran Islam yang moderat dan responsif terhadap dinamika masyarakat.
Copyrights © 2026