Pengembangan Pahlawan Street Center (PSC) di Kota Madiun sebagai destinasi wisata multidimensi memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi kreatif. Meski demikian, kawasan ini menghadapi tantangan berupa ketimpangan kunjungan, ramai pada hari libur namun agak sepi di hari kerja, serta jam operasional yang terbatas hingga pukul 22.00 WIB pada hari kerja. Dari sisi pelaku usaha, 60% UMKM di PSC masih bergantung pada pasar lokal dengan omzet rata-rata Rp5–10 juta per bulan, dan hanya 40% yang telah memanfaatkan digitalisasi untuk pemasaran dan transaksi daring. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi pengembangan, menganalisis peran pemangku kepentingan, dan mengkaji potensi PSC dalam mendukung ekonomi kreatif. Dengan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur terhadap 11 informan, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan validitas diperkuat oleh triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan diwujudkan melalui penyelenggaraan event, pembentukan Komite Ekonomi Kreatif, Kelurahan Wisata (Kawista), Dekranasda, serta penambahan Stand UMKM. Peran pemangku kepentingan berjalan sinergis sebagai perencana dan pelaksana. Potensi PSC dinilai sangat besar dengan dukungan berbagai program dan kelembagaan tersebut. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam ruang lingkup sampel dan metode kualitatif yang belum menyajikan data kuantitatif terukur. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan menggunakan pendekatan mixed-methods untuk mengukur dampak ekonomi secara empiris melalui survei pengunjung dan analisis data transaksi UMKM.
Copyrights © 2026