Anak-anak dengan disabilitas intelektual menghadapi tantangan dalam kemampuan kognitif mereka, termasuk perhatian, memori visual, dan mengikuti instruksi. Dengan begitu, proses belajar mereka tidak dapat berjalan maksimal, sehingga diperlukan intervensi yang tepat. Penelitian dan praktik sebelumnya menunjukkan bahwa terapi bermain, seperti permainan warna, dapat meningkatkan konsentrasi dan memori anak-anak berkebutuhan khusus. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki fokus memori visual siswa tunagrahita sedang di SLB-C Dharma Rena Ring Putra II melalui permainan Color Memory Challenge, yang melibatkan penyusunan, pengamatan, pengingatan, dan pengembalian urutan warna menggunakan gelas dan bola berwarna. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang mencakup observasi, persiapan, pelaksanaan kegiatan, pemantauan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan dalam perhatian siswa, kemampuan untuk mengingat urutan warna melalui pengulangan, serta kemampuan untuk mengikuti instruksi dengan lebih terstruktur, yang mengindikasikan bahwa memori visual mereka ter stimulus. Maka, dapat disimpulkan bahwa Color Memory Challenge adalah bentuk stimulasi kognitif yang sederhana, menyenangkan, dan efektif untuk siswa tunagrahita sedang.
Copyrights © 2026