Program pemberdayaan masyarakat Kampung Serab melalui konservasi tanaman obat keluarga (TOGA) dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat sebagai sumber kesehatan dan potensi ekonomi. TOGA memiliki peran penting dalam pengobatan tradisional dan industri herbal sederhana, namun pemanfaatannya di Kampung Serab masih terbatas. Program ini bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan budidaya, teknik pengolahan menjadi simplicia, serta manfaat tiap jenis tanaman untuk kesehatan. Metode kegiatan ini meliputi survei untuk mengidentifikasi jenis TOGA yang dikenal oleh masyarakat dan kondisi lahan yang tersedia, kajian literatur untuk mendalami manfaat TOGA, perizinan ke kelurahan, serta koordinasi penggunaan lahan fasilitas umum sebagai area penanaman. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bersama masyarakat dan penyuluhan mengenai perawatan tanaman dan pengolahan TOGA. Modul "Menanam TOGA di Pekarangan" juga dibagikan sebagai panduan praktis agar masyarakat dapat melanjutkan penanaman secara mandiri di pekarangan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mengikuti program ini dan meningkatnya keterampilan mereka dalam mengelola TOGA. Pengetahuan yang diperoleh, ditambah dengan panduan modul, memungkinkan masyarakat Kampung Serab untuk mengelola TOGA sebagai usaha herbal lokal yang berkelanjutan. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan dan membuka peluang ekonomi melalui industri herbal, yang diharapkan dapat berkembang dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain.
Copyrights © 2024