Konsumsi makanan tinggi lemak merupakan salah satu faktor penyebab utama berbagai penyakit, seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Meskipun tubuh membutuhkan lemak dalam jumlah kecil, asupan berlebih dapat meningkatkan risiko kesehatan. Makanan cepat saji dan tradisional yang tinggi lemak kini semakin mudah diakses, terutama oleh anak-anak, sehingga penting untuk memberikan edukasi dini tentang bahaya konsumsi lemak berlebih. Artikel ini bertujuan untuk membahas efektivitas sosialisasi mengenai bahaya makanan berlemak berlebih pada anak-anak kelas 5 SD Negeri Sukmajaya 5, Depok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pre-test, post-test, metode didaktik, kuesioner, angket, serta pendekatan interaktif seperti permainan, video edukasi, dan tanya jawab. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 87%, sementara 3% tetap stabil, dan 10% mengalami penurunan pemahaman, yang kemungkinan disebabkan oleh faktor kelelahan atau kurangnya konsentrasi. Kesimpulannya, sosialisasi interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak-anak mengenai bahaya lemak berlebih, jenis makanan tinggi lemak, dan pentingnya pola makan sehat. Namun, faktor kelelahan dan konsentrasi perlu diperhatikan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan serupa di masa depan.
Copyrights © 2024