Latar Belakang: Gagal ginjal kronik merupakan penyakit klinis yang melibatkan kerusakan ginjal yang progresif dan ireversibel, lama menjalani terapi hemodialisa pada pasien gagal ginjal kronik merupakan suatu kondisi ketidakpastian, Hemodialisis dapat berdampak kecemasan pasien yang menderita hemodialisis memerlukan self managemet harus dapat melakukan penggeloalan diri dengan baik Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama menderita dan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik dengan self-management pada pasien yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analisis korelasi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dari penelitian ini sebanyak 64 pasien gagal ginjal kronik dan mengunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner Zung Self-rating Axiety Scale (ZSAS) untuk mengukur tingkat kecemasan, Kuisoner Hemodialisis self management instrument (HDSMI-18) untuk mengukur self management. Data yang sudah diperoleh kemudian dilakukan uji statistik spearman rank. Hasil: penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara lama menjalani hemodialisa dengan self management dengan p value = 0,000 dan terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dan self management dengan p value = 0,000. Kesimpulan: penelitian ini yaitu lama menjalani hemodialisa dan tingkat kecemasan berhubungan erat dengan self management. Saran bagi pihak pelayanan kesehatan guna merencanakan program pengembangan self management pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit
Copyrights © 2025