Latar Belakang: Penyakit kulit merupakan penyakit terbanyak yang terjadi di lembaga pemasyarakatan salah satunya dikenal dengan sebutan dermatitis. Dermatitis adalah gangguan peradangan kulit terluar atau epidermis yang terkait dengan provokasi fisik atau imunologi. Pengetahuan yang dimiliki tahanan mengenai penyebab dan pencegahan dermatitis sangat berperan dalam pembentukan sikap mereka terhadap upaya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Masalah yang terjadi, terdapat tahanan mengalami dermatitis, tanpa pemahaman yang memadai, sikap pencegahan cenderung diabaikan. Perawat memastikan tahanan mendapatkan akses, dukungan, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencegah dan menangani penyakit kulit seperti dermatitis seperti mendukung program edukasi dan promosi kesehatan. Tujuan: Bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan sikap tahanan tentang pencegahan dermatitis di Polresta Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel, yaitu non-probability sampling dengan jumlah sampel 45 responden. Uji Statistik menggunakan Spearman-Rank. Populasi adalah tahanan di polresta palangka raya dari usia ≤ 25 tahun hingga usia 65 tahun. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Penelitian menunjukkan sebanyak 25 orang responden (55,6%) memiliki tingkat pengetahuan baik, sebanyak 5 orang responden (11.1%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan sebanyak 15 orang responden (33.3%) memiliki tingkat pengetahuan rendah. sikap sebanyak 30 orang responden (66.7%) menunjukkan sikap Positif dan 15 orang responden (33.3%) menunjukkan sikap Negatif. Hasil analisis bivariat Pengetahuan dan sikap didapat p value 0,000 ≤ 0,05, maka Ho ditolak, dan Ha diterima. Kesimpulan: Implikasi keperawatan penelitian ini adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya pengetahuan pencegahan dermatitis, peneliti mengharapkan penelitian ini dapat berguna bagi semua pihak dan dapat terus dikembangkan.
Copyrights © 2025