Pedagang sayur keliling menghadapi tantangan pemasaran tradisional dengan jangkauan terbatas dan ketergantungan pada pelanggan tetap, sementara potensi pemasaran digital melalui video singkat belum dapat dimanfaatkan akibat kesenjangan literasi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan menguji model pelatihan "Dari Pembeli ke Penjual Online" guna mentransformasi pedagang sayur menjadi kreator konten mandiri. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif "learning by doing" selama empat hari, dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama tiga bulan di Desa Gandasari, Kabupaten bandung, yang melibatkan 20 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kapasitas peserta yang signifikan, khususnya pada kepercayaan diri (dari 15 menjadi 80 pada skala 0-100). Output kegiatan berupa 10 akun media sosial aktif yang telah mempublikasikan 280 konten video, menjangkau lebih dari 3.500 pengikut dengan rata-rata engagement rate 5,1%. Dampak ekonomi langsung terlihat dengan 90% peserta menerima pesanan via media sosial dan 80% melaporkan peningkatan penjualan rata-rata 20%. Hasil ini membuktikan efektivitas model pelatihan yang kontekstual dan berkelanjutan dalam mendigitalisasi pemasaran UMKM tradisional serta berpotensi direplikasi untuk kelompok serupa.
Copyrights © 2026