Penelitian ini menganalisis kerja sama Sister City antara Kota Bandung dan Kota Petaling Jaya dalam penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada tahun 2023. Dalam konteks globalisasi dan desentralisasi, paradiplomasi melalui kerja sama antar kota menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk memahami secara mendalam bentuk dan dinamika kerja sama antar pemerintah daerah serta implikasinya terhadap pengembangan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk pejabat pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan asosiasi bisnis, serta didukung oleh analisis dokumen kerja sama dan observasi terhadap implementasi program di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama Sister City berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui program pelatihan kewirausahaan, promosi produk bersama dalam pameran internasional, serta pertukaran pengetahuan terkait teknologi dan inovasi bisnis. Praktik paradiplomasi ini turut memperkuat jejaring bisnis antar pelaku usaha di kedua kota sehingga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan daya saing produk lokal di tingkat regional dan membuka akses pasar yang lebih luas. Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan struktural, seperti perbedaan regulasi perdagangan, keterbatasan akses pembiayaan, serta hambatan bahasa dan budaya bisnis, yang masih menjadi kendala dalam optimalisasi kerja sama. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa paradiplomasi melalui skema Sister City dapat menjadi strategi yang efektif dan berkelanjutan dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal berbasis UMKM, dengan catatan perlunya penguatan koordinasi dan harmonisasi kebijakan antar kedua kota.
Copyrights © 2026