Keputihan merupakan salah satu masalah umum pada kesehatan reproduksi wanita yang sering disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Penggunaan obat antifungi sintetis dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping seperti iritasi, resistensi, dan ketidakseimbangan flora normal vagina, sehingga diperlukan alternatif berbahan alami yang lebih aman dan ramah bagi tubuh. Daun jeruk purut (Citrus hystrix) diketahui mengandung berbagai senyawa aktif, antara lain flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid, yang memiliki aktivitas antimikroba dan antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan sabun cair pembersih kewanitaan berbasis ekstrak daun jeruk purut serta mengevaluasi efektivitas antifunginya terhadap Candida albicans. Metode penelitian yang digunakan adalah true experimental dengan desain post-test only control group, menggunakan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 20%, 40%, dan 60%. Evaluasi produk meliputi uji fisikokimia, yaitu uji organoleptik, pH, viskositas, homogenitas, tinggi busa, serta uji iritasi, dan uji aktivitas antifungi menggunakan metode difusi cakram, penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula sabun cair memenuhi standar fisikokimia dengan nilai pH berada dalam rentang normal area kewanitaan (3,5–4,5) dan tidak menimbulkan iritasi. Uji antifungi menunjukkan bahwa formula dengan konsentrasi ekstrak 60% memiliki daya hambat paling kuat terhadap Candida albicans dengan zona hambat lebih dari 20 mm serta nilai KHM dan KBM terbaik. Dengan demikian, sabun cair ekstrak daun jeruk purut berpotensi dikembangkan sebagai alternatif antiseptik alami untuk menjaga kesehatan area kewanitaan.
Copyrights © 2026