Peningkatan kinerja aparatur pemerintah menjadi isu strategis dalam mendukung efektivitas organisasi publik dan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kerja dan lingkungan kerja nonfisik terhadap kinerja pegawai di Kantor Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi (PSDMBP). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan verifikatif. Seluruh pegawai PSDMBP sebanyak 144 orang dijadikan responden melalui pendekatan sensus. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan regresi linier berganda setelah memenuhi uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Lingkungan kerja nonfisik juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, hasil pengujian simultan mengindikasikan bahwa pelatihan kerja dan lingkungan kerja nonfisik secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja aparatur tidak dapat dicapai melalui pengembangan kompetensi semata, tetapi memerlukan dukungan lingkungan kerja nonfisik yang kondusif agar kompetensi tersebut dapat teraktualisasi secara optimal. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat perspektif manajemen sumber daya manusia yang menekankan integrasi antara pengembangan kompetensi dan pengelolaan faktor psikososial organisasi dalam menjelaskan kinerja pegawai sektor publik. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa strategi peningkatan kinerja aparatur pemerintah perlu dirancang secara terpadu melalui penyelenggaraan pelatihan kerja yang relevan serta penciptaan lingkungan kerja nonfisik yang mendukung kinerja berkelanjutan
Copyrights © 2026