Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Human Capital Development dan Lingkungan Kerja Psikososial dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Instansi Pemerintah Pusat Indriyani, Hellen; Akbar, Ridho Riadi
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 9 No 1 (2026): Artikel Riset Januari 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v9i1.2519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kerja dan lingkungan kerja nonfisik terhadap kinerja pegawai pada Kantor Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi (PSDMBP) sebagai instansi pemerintah pusat dengan fungsi teknis-regulatif. Sebagian besar studi mengenai pelatihan kerja dan lingkungan kerja masih berfokus pada organisasi sektor swasta atau pemerintah daerah, sehingga menyisakan keterbatasan bukti empiris pada institusi pemerintah pusat yang memiliki karakteristik birokrasi, tuntutan akuntabilitas, dan kompleksitas tugas yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif, melibatkan 144 pegawai sebagai responden yang dipilih melalui teknik sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda, setelah terlebih dahulu memenuhi uji validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kerja dan lingkungan kerja nonfisik secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja pegawai sektor publik tidak hanya bergantung pada pengembangan kompetensi individual melalui pelatihan, tetapi juga pada dukungan lingkungan kerja psikososial yang kondusif. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada literatur manajemen sumber daya manusia sektor publik dengan memberikan bukti empiris mengenai peran terintegrasi pengembangan human capital dan lingkungan kerja psikososial dalam membentuk kinerja pegawai pada institusi pemerintah pusat, serta memperluas pemahaman teoretis di luar konteks organisasi swasta dan pemerintah daerah.
Pengaruh Pelatihan Kerja dan Lingkungan Kerja Nonfisik terhadap Kinerja Pegawai PSDMBP Indriyani, Hellen; Akbar, Ridho Riadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6227

Abstract

Peningkatan kinerja aparatur pemerintah menjadi isu strategis dalam mendukung efektivitas organisasi publik dan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kerja dan lingkungan kerja nonfisik terhadap kinerja pegawai di Kantor Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi (PSDMBP). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan verifikatif. Seluruh pegawai PSDMBP sebanyak 144 orang dijadikan responden melalui pendekatan sensus. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan regresi linier berganda setelah memenuhi uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Lingkungan kerja nonfisik juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, hasil pengujian simultan mengindikasikan bahwa pelatihan kerja dan lingkungan kerja nonfisik secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja aparatur tidak dapat dicapai melalui pengembangan kompetensi semata, tetapi memerlukan dukungan lingkungan kerja nonfisik yang kondusif agar kompetensi tersebut dapat teraktualisasi secara optimal. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat perspektif manajemen sumber daya manusia yang menekankan integrasi antara pengembangan kompetensi dan pengelolaan faktor psikososial organisasi dalam menjelaskan kinerja pegawai sektor publik. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa strategi peningkatan kinerja aparatur pemerintah perlu dirancang secara terpadu melalui penyelenggaraan pelatihan kerja yang relevan serta penciptaan lingkungan kerja nonfisik yang mendukung kinerja berkelanjutan