Masa remaja merupakan tahap transisi yang ditandai oleh berbagai perubahan fisik, psikologis, dan hormonal, dengan menstruasi sebagai penanda penting kesehatan reproduksi pada remaja putri. Gangguan siklus dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti stres serta faktor fisiologis berupa IMT yang tidak normal, yang keduanya dapat mengganggu regulasi hormon reproduksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat stress dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 5 Palu. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 315 remaja putri, dengan teknik pengambilan sampel Stratified Random Samplin. Sampel dalam penelitian ini yaitu 76 responden. Uji yang digunakan yaitu uji Pearson Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan kategori stress berat berjumlah 40 responden (52,6%), responden degan kategori IMT normal berjumlah 41 responden (53,9%) dan mayoritas responden berjumlah 52 responden (68,4%) mengalami siklus menstruasi tidak normal. Berdasarkan hasil uji statistic menggunakan Pearson Chi-Square menunjukkan hasil antara tingkat stress dengan siklus menstruasi dengan nilai p-value = 0,001 (p< 0,05) serta Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi dengan nilai p-value = 0,000 (p< 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 5 Palu. Diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan referensi bagi pihak sekolah (SMA Negeri 5 Palu) dalam meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi serta mendorong program konseling atau penyuluhan terkait stress dan gaya hidup sehat bagi siswi.
Copyrights © 2026