Selama rentang waktu 2020 hingga 2024, studi ini mengkaji pengaruh Return On Equity (ROE), Non Performing Loan-Gross (NPL-Gross), serta Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Price to Book Value (PBV) pada emiten perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Bank-bank kategori "Big Four" seperti BBCA, BMRI, dan BBRI menjadi indikator utama iklim investasi di BEI, sektor perbankan memainkan peran penting sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Seringkali, stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional diukur melalui kinerja dan valuasi saham perbankan. Data sekunder dari 31 perusahaan telah diolah selama lima tahun melalui metode kuantitatif dengan teknik analisis panel data. Hasil pengujian Chow dan pengujian Hausman menunjukkan Model Efek Tetap sebagai pilihan utama; verifikasi asumsi klasik membuktikan bahwa data bersifat normal dan tidak mengandung multikolinearitas. Secara parsial, ROE, NPL-Gross, dan LDR memberikan dampak negatif signifikan terhadap PBV berdasarkan temuan riset ini. Di sisi lain, pengujian simultan mengindikasikan bahwa ketiga variabel tersebut berpengaruh secara material terhadap PBV. Nilai R-Square sebesar 0,62 menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan 62% variasi PBV. Sementara itu, faktor eksternal di luar ruang lingkup penelitian ini turut menyumbang 38% variasi sisanya. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi investor dan regulator dalam menilai kinerja valuasi bank di tengah dinamika pasar modal Indonesia. Temuan ini juga mendorong eksplorasi variabel tambahan untuk model yang lebih komprehensif di masa depan.
Copyrights © 2026