Pasar ikan segar di Bandung memiliki potensi besar namun menimbulkan tantangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang kurang adaptif. Penelitian ini bertujuan merancang strategi penjualan ikan segar secara hibrida (toko fisik dan platform daring) menggunakan Business Model Canvas (BMC) pada Reva Bagja Fish, sebuah UMKM ikan segar di Bandung. Usaha ini menghadapi masalah kritis seperti ketergantungan pada saluran distribusi tunggal, segmentasi pelanggan terbatas, strategi penjualan yang pasif, ketidakefisienan manajemen produk mudah rusak, dan fluktuasi arus kas yang mengganggu operasional. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif deskriptif dengan analisis kesenjangan (gap analysis) untuk mengevaluasi sembilan elemen BMC, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis saat ini masih bersifat konvensional dengan celah signifikan pada saluran distribusi, arus pendapatan, hubungan pelanggan, dan struktur biaya. Kekuatan utama terletak pada kesegaran produk yang terjamin. Sebagai solusi, dirancang model bisnis hibrida yang mengintegrasikan toko fisik dengan platform daring (WhatsApp Business, Facebook Marketplace), sistem pre-order untuk menstabilkan permintaan, bundling produk (ikan + bumbu) untuk meningkatkan nilai transaksi, pemasaran digital aktif melalui kampanye sosial media, manajemen stok berbasis data, dan kemitraan strategis dengan penjual bumbu dan kurir lokal. Transformasi ini diharapkan meningkatkan jangkauan pasar hingga wilayah sekitar Bandung, menstabilkan arus kas, mengurangi risiko kerusakan produk, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat keberlanjutan usaha di pasar ikan segar yang kompetitif.
Copyrights © 2026