Ketidakkonsistenan hasil penelitian mengenai pengaruh pelatihan dan Quality of Work Life terhadap kinerja pegawai menunjukkan adanya mekanisme perilaku yang belum sepenuhnya terjelaskan, khususnya dalam konteks organisasi publik yang bersifat koordinatif. Pada organisasi sektor publik, capaian kinerja tidak hanya ditentukan oleh peningkatan kompetensi teknis dan kualitas lingkungan kerja, tetapi juga oleh perilaku kerja sukarela yang mendukung efektivitas organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan dan Quality of Work Life terhadap kinerja pegawai dengan Organizational Citizenship Behavior sebagai variabel mediasi pada Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur III Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Data diperoleh dari 51 pegawai melalui teknik proportionate stratified random sampling dan dianalisis menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan Organizational Citizenship Behavior, sedangkan Quality of Work Life tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja pegawai. Pelatihan dan Quality of Work Life terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior, serta Organizational Citizenship Behavior berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai. Organizational Citizenship Behavior memediasi secara parsial hubungan antara pelatihan dan kinerja pegawai, serta memediasi secara penuh hubungan antara Quality of Work Life dan kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa pembentukan perilaku kerja sukarela merupakan mekanisme kunci dalam meningkatkan kinerja pegawai sektor publik serta memperkaya model integratif pengembangan sumber daya manusia dalam konteks organisasi pemerintahan.
Copyrights © 2026