Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis kinerja keuangan perusahaan plastik dan kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022–2024 dengan menggunakan pendekatan Economic Value Added (EVA). EVA digunakan sebagai alat ukur kinerja berbasis nilai tambah ekonomi yang mempertimbangkan laba operasi bersih setelah pajak (Net Operating Profit After Tax/NOPAT) dan biaya modal yang tercermin dalam Weighted Average Cost of Capital (WACC). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria perusahaan plastik dan kemasan yang terdaftar di BEI dan menerbitkan laporan keuangan lengkap selama periode pengamatan. Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh 12 perusahaan dengan total 36 laporan keuangan sebagai unit analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kinerja keuangan perusahaan plastik dan kemasan selama periode 2022–2024 belum optimal dalam menciptakan nilai tambah ekonomi, yang ditunjukkan oleh nilai EVA negatif pada sebagian besar perusahaan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa laba operasi yang dihasilkan belum mampu menutupi biaya modal yang ditanggung perusahaan, sehingga belum memberikan nilai ekonomis bagi pemegang saham. Namun demikian, beberapa perusahaan seperti PT Tunas Alfin Tbk, PT Champion Pacific Indonesia Tbk, PT Impack Pratama Industry Tbk, dan PT Panca Budi Idaman Tbk secara konsisten mampu menghasilkan nilai EVA positif, yang mencerminkan kemampuan manajemen dalam mengelola modal secara efisien dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa laba akuntansi semata tidak cukup untuk menilai kinerja keuangan perusahaan, sehingga pendekatan EVA menjadi alternatif yang lebih komprehensif dalam mengevaluasi penciptaan nilai ekonomi perusahaan.
Copyrights © 2026