Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif korelasi fungsional dan pengaruh variabel kecepatan bongkar (discharge rate) terhadap durasi waktu tunggu (waiting time) armada tongkang di Pelabuhan IBT Mekar Putih, yang berperan sebagai simpul vital dalam rantai pasok energi nasional. Dalam ekosistem logistik maritim yang kompleks, inefisiensi operasional pada terminal curah kering (dry bulk terminal) sering kali bermanifestasi sebagai stagnasi antrean di area labuh (anchorage area), yang berdampak langsung pada pembengkakan biaya demurrage dan ketidakpastian jadwal pasokan batubara ke pembangkit listrik. Menggunakan desain penelitian kuantitatif eksplanatori, studi ini menguji hipotesis pengaruh kinerja alat dan manusia terhadap durasi antrean armada. Data empiris dikumpulkan melalui instrumen kuesioner berskala Likert yang didistribusikan kepada 30 responden ahli operasional (termasuk Department Head, Supervisor, Foreman, dan Operator) selama periode Desember 2024 hingga Juni 2025, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linier sederhana dan uji hipotesis. Hasil analisis statistik mengungkapkan nilai Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0,763, yang mengindikasikan bahwa 76,3% variabilitas waktu tunggu tongkang dipengaruhi secara signifikan dan dominan oleh stabilitas kecepatan bongkar. Persamaan regresi yang dihasilkan, Y = 11,801 + 0,717X, mengonfirmasi secara matematis bahwa setiap peningkatan unit performa bongkar akan secara nyata mereduksi durasi waktu tunggu armada. Temuan ini memberikan implikasi bahwa stagnasi di area labuh dapat diminimalisir secara efektif melalui strategi pemeliharaan preventif alat bongkar, peningkatan kompetensi ritme kerja operator, dan digitalisasi sistem penjadwalan sandar guna mencapai efisiensi operasional pelabuhan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026