Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Underwater Remotely Operated Vehicle Control System Ar-chitecture Sutrisno, Imam; Widiarti, Yuning; Priyonggo, Projek; Hartanto, Tri Mulyatno Budhi; Santosa, Ari Wibawa Budi; Nofandi, Faris; Gunarti, Monika Retno; Prawoto, Agus; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 2 (2024): June
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i2.132

Abstract

Underwater Remotely Operated Vehicle (ROV) control system architecture, work Class II - underwater inspection is demonstrated. The object is programmed on MATLAB simulink. The nonlinear modeled plants were processed by approximation way. Author planned a controller of an underwater ROV object. PID controller is used modeled plant. Tuning PID tool is used MATLAB for choose underwater ROV controller. Researchers tested an underwater ROV for system and solving problems an underwater ROV architecture.
OPTIMALISASI PERAWATAN ALAT KESELAMATAN (LIFE SAVING APPLIANCE) DI KMP. TRISAKTI ADINDA GUNA MENUNJANG KESELAMATAN PENUMPANG DAN AWAK KAPAL Dewi, Ade Ita Kharisma; Sutralinda, Dety; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri; Susanto , Novrico
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 8 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi laut hingga saat ini masih memegang peranan yang sangat penting sebagai alat angkut dalam jumlah besar yang belum dapat dilakukan oleh angkutan lainnya. Oleh sebab itu tingkat keselamatan menjadi prioritas untuk menunjang keselamatan penumpang dan awak kapal. Untuk meningkatkan keselamatan telah diatur dalam regulasi SOLAS (Safety Of Life At Sea) Consolidated 2020Chapter III tentang Life Saving Appliances and Arrangements. Keadaan darurat di atas kapal bisa terjadi kapan saja dan mempunyai resiko bagi penumpang dan awak kapal. untuk menunjang keselamatan penumpang dan awak kapal maka alat keselamatan di atas kapal harus selalu dalam keadaan siap digunakan. Optimalisasi perawatan alat keselamatan di KMP. Trisakti Adinda perlu dilakukan berdasarkan Regulasi SOLAS Consolidated 2020. Data pada penelitian ini diperoleh langsung melalui wawancara dan observasi selama melaksanakan penelitian di KMP. Trisakti Adinda. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk mengetahui secara menyeluruh mengenai sebab akibat dari penerapan Life Saving Appliances di KMP. Trisakti Adinda. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui ketersediaan peralatan keselamatan sesuai SOLAS Chapter III diatas kapal KMP. Trisakti Adinda dan bagaimana perawatan alat keselamatan yang dilakukan di atas kapal KMP. Trisakti Adinda serta mencari tahu bagaimana upaya mengoptimalkan peralatan keselamatan di atas kapal KMP. Trisakti Adinda. Serta mencari tahu sebab dan akibat penerapan alat keselamatan tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh SOLAS Consolidated 2020 Chapter III tentang Life Saving Appliances and Arrangements, LSA Code2017 Edition, maupun SMK Perusahaan. Dari hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa penerapan alat keselamatan belum sepenuhnya sesuai dengan SOLAS Consolidated 2020, LSA Code 2017 Edition, maupun SMK Perusahaan baik secara jumlah, spesifikasi, perawatan dan kurangnya perawatan alat keselamatan di atas kapal KMP. Trisakti Adinda. Ketidaksesuaian alat keselamatan di KMP. Trisakti Adinda diakibatkan kurang optimalnya perawatan dan juga belum sepenuhnya melakukan plan maintenance system selain itu jarang dilakukan inspeksi secara langsung di atas kapal. Sebaiknya plan maintenance system agar dijalankan untuk menunjang kelayakan alat keselamatan di atas kapal.
PENERAPAN TATA KERJA ORGANISASI SAAT KAPAL SUPPLY MENDEKAT KE PLATFORM DI SV. STELLA 28 Yudha, Bagus Eko Pratama; Fatimah , Siti; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri; Beno, Jose
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 8 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Running cargo merupakan kegiatan yang sangat penting dalam mensuplai barang-barang keperluan offshore dari Pelabuhan ke platform atau sebaliknya. SV. Stella 28 merupakan salah satu jenis OSV (Offshore Support Vessel) yang bertugas dalam kegiatan running cargo. Kegiatan tersebut sering kali menemukan hambatan terutama pada saat kapal akan memasuki area offshore platfrom. Penelitian ini akan menjelaskam tentang penerapan prosedur saat kapal memasuki area offshore platfrom di SV. STELLA 28. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah SV. STELLA 28 telah melaksanakan prosedur sesuai dengan Standart Operasional Perusahaan dan untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat belum terlaksananya prosedur pengoperasian kapal untuk mendekati platfrom penelitian ini dilaksanakan selama 12 bulan dengan lokasi penelitian yaitu kapal SV. STELLA 28 yang merupakan tempat peneliti melakukan praktek layar. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh peneliti dengan melakukan observasi dan wawancara ketika berada di kapal. Sedangkan, data sekunder diperoleh peneliti dari beberapa dokumentasi dan peraturan pada Standart Operasional Perusahaan sebagai penunjang referensi. Hasil dari penelitian yang di dapat oleh peneliti ini menunjukan bahwa penerapan sudah dilakukan namun ada beberapa prosedur TKO yang pelaksanaannya tidak dilakukan dan diabaikan serta ada beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi kapal yaitu kondisi cuaca dan juga keterbatasan penglihatan serta ombak yang besar dan juga waktu yang di berikan
ANALISIS PENERAPAN GARBAGE MANAGEMENT PLAN DALAM PENCEGAHAN POLUSI DI ATAS KAPAL KMP. MUNGGIYANGO HULALO Aji, Arya Yusufa Widyadhana Wahyu; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri; Kurniawan, Edi; Haryanto, Tri
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 11 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/scientica.v2i11.2883

Abstract

Garbage management plan yang selanjutnya disebut (GMP) rencana pengolahan sampah adalah langkah-langkah dalam pembuangan sampah di atas kapal. Sampah yang berada di atas di atas kapal tidak langsung dibuang melainkan diolah terlebih dahulu dan diproses agar tidak terjadi pencemaran lingkungan di laut ketika sedang membuang sampah. Berdasarkan definisi di atas,kita dapat memahami bahwa sebelum proses pembuangan dilakukan,ada beberapa tahapan yang perlu untuk diperhatikan sehingga setelah proses pembuangan dilakukan tidak terjadi pencemaran dan sejenisnya. Ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi rencana pengelolaan sampah Garbage Management Plan (GMP) di atas kapal KMP Munggiyango Hulalo. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung di kapal, wawancara dengan crew kapal, dan studi pustaka terkait regulasi dan pedoman pengelolaan sampah di laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kapal telah memiliki (GMP) sesuai dengan peraturan yang berlaku, implementasinya masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal pemisahan, penyimpanan, dan pembuangan sampah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Kendala yang dihadapi termasuk keterbatasan ruang dan sumber daya manusia, serta kurangnya kesadaran dan komitmen dari crew kapal. Berdasarkan temuan ini, rekomendasi diberikan untuk meningkatkan efektivitas (GMP), termasuk pelatihan yang lebih intensif bagi crew kapal, peningkatan infrastruktur, dan kampanye kesadaran lingkungan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemahaman dan implementasi praktis pengelolaan sampah di kapal laut, khususnya di kapal penyeberangan seperti KMP Munggiyango Hulalo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk mengetahui secara menyeluruh mengenai penerapan Garbage Management Plan MARPOL 73/78 Annex V di atas kapal KMP. MUNGGIYANGO HULALO dan untuk menganalisis masalah dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pengelolaan sampah di atas kapal KMP. Munggiyango Hulalo masih belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan MARPOL 73/78 Annex V. Crew kapal seringkali terlihat membuang sampah ke laut tanpa memperhatikan jarak dengan daratan terdekat dan tanpa melakukan pemilahan sampah. Beberapa faktor yang menjadi penyebab masalah ini yaitu. Kurangnya Pemahaman dan Kesadaran Awak Kapal, Kurangnya Infrastruktur yang Memadai Selain itu, perbedaan dalam interpretasi aturan dan penegakan hukum antar negara atau wilayah juga dapat mempengaruhi konsistensi dalam implementasi (GMP) di KMP. Munggiyango Hulalo Regulasi lokal yang bervariasi atau kurangnya pengawasan yang konsisten terhadap kapal dapat menciptakan lingkungan di mana kepatuhan terhadap (GMP) menjadi tidak konsisten.
Analisis Kandasnya Kapal AHTS Etzomer 1601 saat Memasuki Alur Pelayaran Surabaya Andries, Arnnold Hendrich; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri; Yudianto, Prima Yudha; Sutralinda, Dety
Hengkara Majaya Vol. 5 No. 2 (2024): September
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v5i2.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih lanjut mengenai alur pelayaran. Lebih tepatnya alur pelayaran Surabaya yang termasuk salah satu alur pelayaran yang cukup padat yang tidak lepas dari berbagai macam kapal. Penelitian ini dilaksanakan pada saat peneliti melakukan kegiatan praktek laut per tanggal 26 Agustus 2022 sampai dengan tanggal 27 Agustus 2023 di kapal AHTS ETZOMER 1601 dari perusahaan (PNEP) Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari yang mengarungi laut jawa, selat makassar dan sekitaran Bekapai Offshore. Untuk teknik analisis datanya sendiri peneliti menggunakan analisis yang bersifat kualitatif dimana penyusunannya dilakukan secara sistematis. Metode yang digunakan adalah Root Cause Analysis, Root Cause Analysis sendiri membantu mengungkap sumber sebenarnya dari suatu masalah. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi saat peneliti melakukan penelitian di kapal Etzomer 1601, lalu dilakukannya wawancara terhadap petugas kapal dan kru kapal yang bertugas jaga saat kapal mengalami kandas, dan dokumentasi pribadi yang dipaparkan peneliti. Didapatkan beberapa faktor-faktor yang menyebabkan kandasnya kapal baik faktor internal yang merupakan kesalahan dari kru kapal maupun faktor eksternal.
UPAYA PENANGGULANGAN KEBOCORAN TANGKI MUATAN MT. SEPINGGAN P.3008 DENGAN FISHBONE ANALYSIS Choirunnisa Harsono, Cintia; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri; Beno, Jose; Fatimah, Siti
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 4 No. 1 (2024): JPB: MEI 2024
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v4i1.124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kebocoran tangki muatan pada MT. Sepinggan P.3008 sekaligus dapat menjawab terkait upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kebocoran pada tangki muatan MT. Sepinggan P.3008. Penelitian ini menggunakan metode penulisan deskriptif kualitatif dan menganalisis data menggunakan metode fishbone. Berdasarkan analisis faktor penyebab kejadian kebocoran tangki muatan kapal menggunakan diagram fishbone analysis, menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab kebocoran tangki muatan pada MT. Sepinggan P. 3008 antara lain korosi, usia kapal yang sudah tua, tidak adanya SOP yang mengatur tentang perawatan tangki muatan kapal, kurangnya crew yang bekerja di atas kapal, tidak dilaksanakannya perawatan secara maksimal di atas kapal, tidak dilaksanakannya tank inspection secara rutin, serta kondisi lingkungan disekitar kapal, dan upaya untuk menanggulangi kebocoran pada tangki muatan kapal MT. Sepinggan P. 3008 yaitu penambalan tangki muatan menggunakan lem besi, perawatan khususnya pada tangki muatan kapal, pengecatan, melaksanakan tank inspection, dan pencucian tangki muatan secara rutin.
PENERAPAN PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT PADA SAAT LIFTING DI PLATFORM UNTUK MEMINIMALISIR KECELAKAAN KERJA DI KAPAL SV. FIONA 38 Badri, Al-Farabie Brian Amanta; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri; Susanto, Novrico; Fatimah, Siti
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 4 No. 1 (2024): JPB: MEI 2024
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v4i1.128

Abstract

Untuk melindungi keselamatan awak kapal, mereka harus selalu menggunakan alat pelindung diri. Personal Protective Equipment (PPE) adalah peralatan yang dirancang untuk melindungi individu dari risiko di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan PPE dalam proses Lifting di Platform, serta faktor penyebab ketidakdilaksanaan PPE di atas kapal SV. Fiona 38. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dimana data didapat dari hasil analisis peneliti selama melaksanakan praktik laut diatas kapal, adapun teknik pengolahan data peneliti menggunakan metode Root Cause Analysis yang akan menganalisa risiko bahaya yang dapat terjadi pada saat tidak melaksanakan penerapan personal protective equipment pada saat diatas kapal. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa upaya penerapan Personal Protective Equipment untuk mencegah kecelakaan telah dilakukan, namun belum mencapai tingkat optimal. Terdapat beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kurangnya optimalitas penerapan ini, termasuk kurangnya pemahaman akibat kesalahan manusia serta pengaruh faktor alam seperti kondisi cuaca buruk. Sebagai hasilnya, tingkat keselamatan di kapal SV Fiona 38 belum sepenuhnya tercapai secara optimal.
Implementasi Penggunaan Aplikasi Avaca Guna Meningkatkan Pengelolan Dokumen Crew On Board di PT Arjuna Samudera Indonesia Novita, Syavelia Angelique; Rahmawati, Maulidiah; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri; Rakhman, Rizqi Aini
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6117

Abstract

Pengelolaan dokumen merupakan faktor penting dalam menunjang kelancaran operasional perusahaan, khususnya pada perusahaan keagenan awak kapal seperti PT Arjuna Samudera Indonesia. Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan dokumen crew on board, perusahaan telah menerapkan sistem digital berbasis aplikasi, yaitu Avaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penggunaan aplikasi Avaca serta mengukur tingkat efektivitasnya dalam pengelolaan dokumen crew on board. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis Importance-Performance Analysis (IPA) untuk mengukur tingkat kepentingan dan kinerja dari beberapa indikator seperti usability, efektivitas, efisiensi, keamanan, kualitas informasi, dan dampaknya terhadap operasional perusahaan. Data dikumpulkan melalui observasi, kuisioner kepada 22 responden yang merupakan karyawan perusahaan, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Avaca telah memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan dokumen crew on board. Rata-rata tingkat importance berkisar antara 4,5 hingga 4,8 dan tingkat performance berkisar antara 4,3 hingga 4,7, menunjukkan bahwa seluruh indikator dinilai memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang tinggi. Namun, beberapa aspek masih belum berjalan secara optimal, terutama dalam hal struktur data yang belum sepenuhnya terorganisir dan ketergantungan pada server yang dapat menyebabkan keterlambatan pembaruan data. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa implementasi aplikasi Avaca di PT Arjuna Samudera Indonesia sudah cukup baik, namun masih membutuhkan peningkatan dalam dukungan teknis dan pelatihan bagi pengguna agar sistem dapat berjalan lebih stabil dan maksimal. Saran yang diberikan adalah peningkatan infrastruktur teknologi informasi, optimalisasi fitur pencarian dan penyimpanan dokumen, serta pelatihan rutin bagi staf untuk meningkatkan kemampuan dalam menggunakan aplikasi secara efektif dan efisien.
Assessing the role of the Automatic Identification System (AIS) in navigational safety: A case study of the General Cargo Vessel MV Guhi Mas Rahmawati, Tanti Diyah; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri; Septia, Tika
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i1.122

Abstract

Shipping safety is fundamental to the maritime industry, and navigational systems are central to safe operations. In line with IMO/SOLAS requirements, the Automatic Identification System (AIS) supports collision avoidance, ship traffic services, navigational aids, search and rescue, and accident investigation. AIS continuously broadcasts a vessel’s identity, position, course, speed, and navigational status, enabling other ships and coastal stations to track targets and anticipate risk. Integrated with ECDIS, radar, and ARPA, AIS enhances situational awareness in meeting, crossing, and overtaking situations by providing parameters such as CPA (Closest Point of Approach) and ETA (Estimated Time of Arrival). This study analyzes the role of AIS in navigational safety on a general cargo vessel (MV Guhi Mas). The findings indicate that AIS is critical to safe navigation: it improves target identification around the vessel, facilitates real-time data exchange with VTS, strengthens decision-making on the bridge, and contributes to incident prevention and post-event analysis. Regulatory carriage requirements further underscore AIS as an essential instrument for reducing maritime accidents.   Keselamatan pelayaran merupakan fondasi industri maritim, dan sistem navigasi berperan sentral dalam operasi yang aman. Selaras dengan persyaratan IMO/SOLAS, Automatic Identification System (AIS) mendukung pencegahan tubrukan, layanan lalu lintas kapal, sarana bantu navigasi, pencarian dan penyelamatan (SAR), serta investigasi kecelakaan. AIS menyiarkan secara kontinu identitas kapal, posisi, haluan, kecepatan, dan status navigasi, sehingga kapal lain dan stasiun pantai dapat melacak target dan mengantisipasi risiko. Terintegrasi dengan ECDIS, radar, dan ARPA, AIS meningkatkan kesadaran situasional pada situasi berhadapan, bersilangan, dan menyalip dengan menyediakan parameter seperti CPA (Closest Point of Approach) dan ETA (Estimated Time of Arrival). Studi ini menganalisis peran AIS dalam keselamatan navigasi pada kapal general cargo (MV Guhi Mas). Temuan menunjukkan bahwa AIS krusial bagi navigasi aman: meningkatkan identifikasi target di sekitar kapal, memfasilitasi pertukaran data waktu nyata dengan VTS, memperkuat pengambilan keputusan di anjungan, serta berkontribusi pada pencegahan insiden dan analisis pascakejadian. Persyaratan pemasangan wajib dalam regulasi semakin menegaskan AIS sebagai instrumen esensial untuk menurunkan kecelakaan maritim.
Prosedur Penanganan dan Pengaturan Muatan Kontainer dalam Menunjang Kelancaran Operasional Kapal: (Studi Kasus di KM. Vertikal) Safrudin, Syifa; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri; Suwondo, I’ie; Haryanto, Tri
Hengkara Majaya Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v6i1.94

Abstract

Penanganan dan pengaturan muatan menjadi hal yang diperhatikan dalam melakukan bongkar muat barang di kapal container karena berdampak pada kelancaran operasional kapal yang sudah terjadwalkan, sehingga akan merugikan perusahaan dan pencater jika dilakukan dengan kurang efesien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya prosedur penanganan dan pengaturan muatan container di kapal untuk menunjang kelancaran operasional dan untuk mengetahui upaya, dampak, dan faktor apa saja yang mempengaruhi cara memaksimalkan kegiatan bongkar muat untuk menunjang kelancaran operasional. Dalam penelitian ini teknik peneliti menggunakan pendekatan fishbone untuk mengumpulkan data melalui, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab prosedur penanganan dan pengaturan muatan untuk menunjang kelancaran operasional adalah faktor manusia, faktor metode, faktor lingkungan, faktor material, dan faktor mesin dan upaya memaksimalkan prosedur penanganan dan pengaturan muatan untuk menunjang kelancaran operasional kapal. Faktor-faktor di atas disebabkan berasal dari kurangnya pengawasan dari foreman dan perwira jaga mengenai penataan container yang berpedoman pada bay plan dan juga sistem perawatan pada twistlock yang kurang dilakukan dengan baik, kurangnya safety meeting sebelum bekerja. Dampaknya keterlambatan kegiatan bongkar muat, kerusakan pada container, dan kurang efesiensi penataan container. Upaya yang dilakukan jika shifting container dan terjatuhnya container saat proses bongkar muat yaitu lakukan safety meeting. Kegiatan safety meeting ini berisi tentang sosialisasi dari Nahkoda melalui penjelasan kepada perwira dan crew tentang prosedur penanganan dan pengaturan muatan yang benar dan sesuai dengan 5 prinsip pemuatan, dan juga melakukan perawatan terhadap peralatan bongkar muat yang mengalami kerusakan.