Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Human Error terhadap penggunaan Peralatan Komunikasi dan Navigasi Kapal Sebagai Penyebab Kecelakaan Kerja Anak Agung Istri Sri Wahyuni; Dian Wahdiana; Sereati Hasugian; Anak Agung Istri Sinta Bela Paramitha
Jurnal Infokes Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human error has long been considered the leading cause of incidents in the shipping sector. It is estimated that between 75% and 96% of marine accidents are caused by human error. Such incidents are also ranked as the leading cause of liability loss, driven by the high costs that can be attributed to the impact of a major event. Human error or human error still often occurs in ship control. The possibility of human error occurring on board is due to the high workload and the influence of an uncomfortable work environment. The purpose of this study was to analyze human error on navigation communication equipment on ships as a cause of accidents in the Bali Strait. This research is a qualitative descriptive study, the data collection technique used is observation, and literature, the data analysis technique used is the qualitative analysis technique. Based on the explanation above, Human error factors in the form of fatigue, stress levels and physical stress that affect concentration are believed to affect safety in the workplace.Meanwhile, decision errors, skill-based errors, perceptions and violations are also categorized as human errors which also contribute to work accidents that result in ship wreck.
IDENTIFIKASI RISIKO KEGIATAN BONGKAR MUAT UNTUK MENGENDALIKAN DAN MENCEGAH KECELAKAAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAZOP ANALYSIS DI MV. TANTO PERMAI Ahmad Maulana; Sereati Hasugian; Anak Agung Istri Sri Wahyuni; Heru Widada; Arleiny Arleiny
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 24, No 1 (2023): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v24i1.359

Abstract

Kecelakaan kerja adalah insiden atau kejadian yang tidak diduga dan tidak diinginkan karena bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Serta kecelakaan kerja juga dapat menyebabkan seseorang mengalami cedera fisik. Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian kecelakaan kerja yaitu dengan menerapkan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab seluruh crew diatas kapal untuk selalu memperhatikan safety management system agar dapat mengurangi risiko kecelakaan pada saat bongkar muat diatas kapal. Untuk mengurangi atau menghilangkan bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja, diperlukan kegiatan manajemen risiko yang meliputi identifikasi bahaya, analisis potensi bahaya, penilaian risiko, manajemen risiko, serta pemantauan dan evaluasi. Kecelakaan kerja pada saat bongkar muat diidentifikasi dengan menggunakan metode analisis hazop. dalam kegiatan ini mengidentifikasi 7 kegiatan pada saat kegiatan bongkar muat terdiri dari perencanaan pemuatan (Bay Plan), perencanaan muatan out of gauge, proses muat kontainer kargo, pelashingan kontainer, pemuatan kontainer IMDG, pemuatan kontainer reefer, dan pada saat proses bongkar. Berdasarkan data yang telah terkumpul dari penelitian yang telah dilakukan, nilai risiko kecelakaan tertinggi terdapat pada kegiatan (6A) Menyentuh kabel daya listrik reefer dengan total risk level 15,02 dimana tingkat risiko yang ditimbulkan tinggi dan tidak dapat diterima sehingga waktu penanggulangannya untuk mengurangi risiko menjadi rendah dan dapat diabaikan adalah dalam waktu 24 jam. Hazard yang timbul pada saat menyentuh kabel daya listrik reefer dan sambungan listrik yang tidak diperiksa dapat menyebabkan bahaya tersetrum pada saat plug in kabel reefer. Untuk nilai risiko terendah terdapat pada kegiatan (3E) ruang muat yang kotor dengan total risk level 8,01 tingkat risiko yang dapat ditimbulkan yaitu medium dimana risiko yang dapat terjadi yaitu kerusakan pada muatan. Untuk pengendalian risiko untuk menurunkan risiko ke tingkat rendah sehingga dapat diabaikan adalah dalam waktu 14 hari. Berdasarkan hasil penelitian didapatilah beberapa Analisa risiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi pada saat kegiatan bongkar muat. Untuk itu, demi meningkatkan kelancaran dan keselamatan pada saat bekerja harus ada upaya penanggulangan dan pengendalian risiko yang dilakukan untuk para pekerja dan awak kapal agar dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja dan kegiatan bongkar muat dapat terlaksana dengan baik dan teratur. Kata kunci :  Identifikasi Risiko, kapal, kecelakaan kerja ,pengendalian risiko, Metode Hazop Analysis
IMPLEMENTASI ISM CODE PADA KAPAL KAPDI PELABUHAN TANJUNG PERAK Anak Agung Istri Sri Wahyuni; Maulidiah Rahmawati; Siti Fatimah M
Jurnal Teknologi Maritim Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) - PPNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v1i1.420

Abstract

Banyaknya kasus kecelakaan kapal merupakan salah satu indikasi perlunya perbaikan dalam sistem transportasi laut. Berdasarkan laporan hasil investigasi KNKT pada kurun waktu tahun 2007 sampai dengan tahun 2014 pada wilayah perairan di Indonesia, terjadi kecelakaan kapal dengan berbagai jenis kejadian seperti tenggelam, terguling, kandas dan tubrukan. Dari hasil investigasi KNKT, didapatkan kesimpulan terkait dengan faktor penyebab serta faktor yang berkontribusi, diantaranya kelalaian manusia (human error), teknis dan cuaca. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana Implementasi ISM Code yang dilakukan di kapal kapal di Pelabuhan Tanjung Perak dan tingkat pengetahuan kru tentang ISM Code. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dataprimer berupa kuisioner yang digunakn untuk mengukur tingkat pemahaman officer tentang ISM Code dan pengimplementasian diatas kapal serta mengukur tingkat pengetahuan kru tentang ISM Code. Berdasarkan hasil analisis korespondensi dengan analisis Importance-Performance (Kepentingan - Kinerja) diperoleh hasil berupa diagram dengan hasil penelitian Implementasi ISM Code pada kapalkapal di Pelabuhan Tanjung Perak menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang perlu mendapatkan perhatian dan peningkatan yaitu pelaksanaan drill/latihan untuk semua personil kapal dalam menunjang pelaksanaan SMS dan sistem pemeliharaan berencana yang mencakup prosedur pemeliharaan untuk semua bagian dari sistem. Implementasi ISM Code yang diamati dari pemahaman Officer menunjukkan bahwa secara umum termasuk dalam kategori baik,dimana sebanyak 77,33 % responden memberikan jawaban dengan benar. Serta tingkat pemahaman dan pengetahuan crew tentang ISM Code termasuk dalam kategori kurang dimana terdapat 54,23 % responden dapat memberikan jawaban dengan tepat
Underwater Remotely Operated Vehicle Control System Ar-chitecture Sutrisno, Imam; Widiarti, Yuning; Priyonggo, Projek; Hartanto, Tri Mulyatno Budhi; Santosa, Ari Wibawa Budi; Nofandi, Faris; Gunarti, Monika Retno; Prawoto, Agus; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 2 (2024): June
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i2.132

Abstract

Underwater Remotely Operated Vehicle (ROV) control system architecture, work Class II - underwater inspection is demonstrated. The object is programmed on MATLAB simulink. The nonlinear modeled plants were processed by approximation way. Author planned a controller of an underwater ROV object. PID controller is used modeled plant. Tuning PID tool is used MATLAB for choose underwater ROV controller. Researchers tested an underwater ROV for system and solving problems an underwater ROV architecture.
Sistem Monitoring Limbah Oli Menggunakan Arduino Uno Berbasis Lora Adi Galih Utomo; Diana Alia; Anak Agung Istri Sri Wahyuni
Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik Vol. 3 No. 2 (2024): Mei : Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juprit.v3i2.3722

Abstract

Oil is one of the essential lubricating materials for machinery, especially on ships. With the abundant use of oil, waste oil is generated from the remaining oil discharge, causing dirty oil to become waste oil. To monitor the disposal of waste oil by ships, "Waste Oil Monitoring System Using LoRa-Based Arduino Uno" has been created. This tool is also equipped with sensors that can distinguish seawater and waste oil and uses the LoRa system. This method involves researching problems that exist in the shipping environment. The presence of waste oil pollution was successfully detected in the results of this study, and can be monitored remotely through an LCD display with LoRa. In this case study, the device made can detect waste oil and can distinguish it from sea water. The purpose of making this tool is to detect the presence of oil in sea waters in order to reduce and prevent waste oil pollution that can spread widely in sea waters. The system can function properly because there is an error of 2.18% in the fresh water test, 2.08% in the seawater test, 4.55% in the oil test, and 3.08% in the seawater and oil mixture test compared between the pH sensor and the pH meter. The system can work well using LoRa Ra-02, and the transmitted data can be reached stably at a distance of 205m, but if it exceeds that distance, the data can no longer be received by the receiver or becomes invalid.
EVALUASI PENERAPAN SOLAS CHAPTER III LIFE SAVING APPLIANCES UNTUK MENUNJANG KESELAMATAN AWAK KAPAL MV. TANTO SENANG DENGAN FISHBONE ANALYSIS Tri Satyaning Prabu, Dewanta Firdaus; Hasugian, Sereati; Widada, Heru; Istri Sri Wahyuni, Anak Agung; Sutoyo, Sutoyo
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 24, No 2 (2024): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v24i2.367

Abstract

Transportasi laut hingga saat ini masih memegang peranan yang sangat penting sebagai alat angkut dalam jumlah besar yang belum dapat dilakukan oleh angkutan lainnya. Oleh sebab itu tingkat keselamatan menjadi prioritas untuk menunjang keselamatan awak kapal. Untuk meningkatkan keselamatan telah diatur dalam regulasi SOLAS (Safety Of Life At Sea) Consolidated 2020 Chapter III tentang Life Saving Appliances and Arrangements. Keadaan darurat di atas kapal bisa terjadi kapan saja dan mempunyai resiko bagi awak kapal.  untuk menunjang keselamatan awak kapal maka alat keselamatan di atas kapal harus selalu dalam keadaan siap digunakan.  Evaluasi terhadap alat keselamatan di MV. Tanto Senang perlu dilakukan berdasarkan Regulasi SOLAS Consolidated 2020. Data pada penelitian ini diperoleh langsung melalui wawancara dan observasi selama melaksanakan penelitian di MV. Tanto Senang. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk mengetahui secara menyeluruh mengenai sebab akibat dari penerapan Life Saving Appliances di MV. Tanto Senang penelitian ini menggunakan metode fishbone dalam menganalisis sebuah masalah. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui jumlah, spesifikasi, perawatan alat keselamatan, dan realisasi pelaksanaan drill MV. Tanto Senang serta mencari tahu sebab dan akibat penerapan alat keselamatan tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh SOLAS Consolidated 2020 Chapter III tentang Life Saving Appliances and Arrangements, LSA Code 2017 Edition, maupun SMK (Sistem Manajemen Keselamatan) Perusahaan. Dari hasil analisis menggunakan metode fishbone, peneliti menemukan bahwa penerapan alat keselamatan belum sepenuhnya sesuai dengan SOLAS Consolidated 2020, LSA Code 2017 Edition, maupun SMK Perusahaan baik secara jumlah, spesifikasi, perawatan dan realisasi pelaksanaan drill. Ketidaksesuaian alat keselamatan di MV. Tanto Senang diakibatkan kurangnya perawatan dan juga belum sepenuhnya melakukan plan maintenance system selain itu jarang dilakukan inspeksi secara langsung di atas kapal. Sebaiknya plan maintenance system agar dijalankan untuk menunjang kelayakan alat keselamatan di atas kapal.
OPTIMALISASI PERAWATAN ALAT KESELAMATAN (LIFE SAVING APPLIANCE) DI KMP. TRISAKTI ADINDA GUNA MENUNJANG KESELAMATAN PENUMPANG DAN AWAK KAPAL Dewi, Ade Ita Kharisma; Sutralinda, Dety; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri; Susanto , Novrico
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 8 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi laut hingga saat ini masih memegang peranan yang sangat penting sebagai alat angkut dalam jumlah besar yang belum dapat dilakukan oleh angkutan lainnya. Oleh sebab itu tingkat keselamatan menjadi prioritas untuk menunjang keselamatan penumpang dan awak kapal. Untuk meningkatkan keselamatan telah diatur dalam regulasi SOLAS (Safety Of Life At Sea) Consolidated 2020Chapter III tentang Life Saving Appliances and Arrangements. Keadaan darurat di atas kapal bisa terjadi kapan saja dan mempunyai resiko bagi penumpang dan awak kapal. untuk menunjang keselamatan penumpang dan awak kapal maka alat keselamatan di atas kapal harus selalu dalam keadaan siap digunakan. Optimalisasi perawatan alat keselamatan di KMP. Trisakti Adinda perlu dilakukan berdasarkan Regulasi SOLAS Consolidated 2020. Data pada penelitian ini diperoleh langsung melalui wawancara dan observasi selama melaksanakan penelitian di KMP. Trisakti Adinda. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk mengetahui secara menyeluruh mengenai sebab akibat dari penerapan Life Saving Appliances di KMP. Trisakti Adinda. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui ketersediaan peralatan keselamatan sesuai SOLAS Chapter III diatas kapal KMP. Trisakti Adinda dan bagaimana perawatan alat keselamatan yang dilakukan di atas kapal KMP. Trisakti Adinda serta mencari tahu bagaimana upaya mengoptimalkan peralatan keselamatan di atas kapal KMP. Trisakti Adinda. Serta mencari tahu sebab dan akibat penerapan alat keselamatan tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh SOLAS Consolidated 2020 Chapter III tentang Life Saving Appliances and Arrangements, LSA Code2017 Edition, maupun SMK Perusahaan. Dari hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa penerapan alat keselamatan belum sepenuhnya sesuai dengan SOLAS Consolidated 2020, LSA Code 2017 Edition, maupun SMK Perusahaan baik secara jumlah, spesifikasi, perawatan dan kurangnya perawatan alat keselamatan di atas kapal KMP. Trisakti Adinda. Ketidaksesuaian alat keselamatan di KMP. Trisakti Adinda diakibatkan kurang optimalnya perawatan dan juga belum sepenuhnya melakukan plan maintenance system selain itu jarang dilakukan inspeksi secara langsung di atas kapal. Sebaiknya plan maintenance system agar dijalankan untuk menunjang kelayakan alat keselamatan di atas kapal.
PENERAPAN TATA KERJA ORGANISASI SAAT KAPAL SUPPLY MENDEKAT KE PLATFORM DI SV. STELLA 28 Yudha, Bagus Eko Pratama; Fatimah , Siti; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri; Beno, Jose
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 8 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Running cargo merupakan kegiatan yang sangat penting dalam mensuplai barang-barang keperluan offshore dari Pelabuhan ke platform atau sebaliknya. SV. Stella 28 merupakan salah satu jenis OSV (Offshore Support Vessel) yang bertugas dalam kegiatan running cargo. Kegiatan tersebut sering kali menemukan hambatan terutama pada saat kapal akan memasuki area offshore platfrom. Penelitian ini akan menjelaskam tentang penerapan prosedur saat kapal memasuki area offshore platfrom di SV. STELLA 28. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah SV. STELLA 28 telah melaksanakan prosedur sesuai dengan Standart Operasional Perusahaan dan untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat belum terlaksananya prosedur pengoperasian kapal untuk mendekati platfrom penelitian ini dilaksanakan selama 12 bulan dengan lokasi penelitian yaitu kapal SV. STELLA 28 yang merupakan tempat peneliti melakukan praktek layar. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh peneliti dengan melakukan observasi dan wawancara ketika berada di kapal. Sedangkan, data sekunder diperoleh peneliti dari beberapa dokumentasi dan peraturan pada Standart Operasional Perusahaan sebagai penunjang referensi. Hasil dari penelitian yang di dapat oleh peneliti ini menunjukan bahwa penerapan sudah dilakukan namun ada beberapa prosedur TKO yang pelaksanaannya tidak dilakukan dan diabaikan serta ada beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi kapal yaitu kondisi cuaca dan juga keterbatasan penglihatan serta ombak yang besar dan juga waktu yang di berikan
ANALISIS PENERAPAN GARBAGE MANAGEMENT PLAN DALAM PENCEGAHAN POLUSI DI ATAS KAPAL KMP. MUNGGIYANGO HULALO Aji, Arya Yusufa Widyadhana Wahyu; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri; Kurniawan, Edi; Haryanto, Tri
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 11 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/scientica.v2i11.2883

Abstract

Garbage management plan yang selanjutnya disebut (GMP) rencana pengolahan sampah adalah langkah-langkah dalam pembuangan sampah di atas kapal. Sampah yang berada di atas di atas kapal tidak langsung dibuang melainkan diolah terlebih dahulu dan diproses agar tidak terjadi pencemaran lingkungan di laut ketika sedang membuang sampah. Berdasarkan definisi di atas,kita dapat memahami bahwa sebelum proses pembuangan dilakukan,ada beberapa tahapan yang perlu untuk diperhatikan sehingga setelah proses pembuangan dilakukan tidak terjadi pencemaran dan sejenisnya. Ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi rencana pengelolaan sampah Garbage Management Plan (GMP) di atas kapal KMP Munggiyango Hulalo. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung di kapal, wawancara dengan crew kapal, dan studi pustaka terkait regulasi dan pedoman pengelolaan sampah di laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kapal telah memiliki (GMP) sesuai dengan peraturan yang berlaku, implementasinya masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal pemisahan, penyimpanan, dan pembuangan sampah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Kendala yang dihadapi termasuk keterbatasan ruang dan sumber daya manusia, serta kurangnya kesadaran dan komitmen dari crew kapal. Berdasarkan temuan ini, rekomendasi diberikan untuk meningkatkan efektivitas (GMP), termasuk pelatihan yang lebih intensif bagi crew kapal, peningkatan infrastruktur, dan kampanye kesadaran lingkungan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemahaman dan implementasi praktis pengelolaan sampah di kapal laut, khususnya di kapal penyeberangan seperti KMP Munggiyango Hulalo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk mengetahui secara menyeluruh mengenai penerapan Garbage Management Plan MARPOL 73/78 Annex V di atas kapal KMP. MUNGGIYANGO HULALO dan untuk menganalisis masalah dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pengelolaan sampah di atas kapal KMP. Munggiyango Hulalo masih belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan MARPOL 73/78 Annex V. Crew kapal seringkali terlihat membuang sampah ke laut tanpa memperhatikan jarak dengan daratan terdekat dan tanpa melakukan pemilahan sampah. Beberapa faktor yang menjadi penyebab masalah ini yaitu. Kurangnya Pemahaman dan Kesadaran Awak Kapal, Kurangnya Infrastruktur yang Memadai Selain itu, perbedaan dalam interpretasi aturan dan penegakan hukum antar negara atau wilayah juga dapat mempengaruhi konsistensi dalam implementasi (GMP) di KMP. Munggiyango Hulalo Regulasi lokal yang bervariasi atau kurangnya pengawasan yang konsisten terhadap kapal dapat menciptakan lingkungan di mana kepatuhan terhadap (GMP) menjadi tidak konsisten.
ANALISIS KINERJA PEMANDUAN KAPAL DI ALUR PELAYARAN BARAT SURABAYA (APBS) Mansur, Firdaus Dwi Marta Al; Arisusanty , Dian Junita; Wahyuni , Anak Agung Istri Sri
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 11 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Tanjung Perak merupakan salah satu pintu gerbang untuk kegiatan multimoda barang melalui transportasi laut. Pelabuhan Tanjung Perak setiap harinya terdapat kapal yang datang dan sandar ke terminal tujuan. Sebelum melakukan sandar kapal wajib melakukan pemanduan agar tidak keluar dari alur pelayaran. Dalam pelaksanaan pemanduan, kapal kerap kali menunggu pandu yang disebut waktu tunggu (waiting time). Waiting time pada terminal mirah dan terminal berlian yaitu 1,82 jam dan 2,74 jam. Sedangkan batas standar kinerja layanan operasional Pelabuhan yaitu 1,5 jam. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data kedatangan kapal di APBS tahun 2018 – 2022, data jumlah armada kapal pandu, data jumlah personil pandu, dan data waiting time pada Pelabuhan Tanjung Perak tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja layanan pemanduan kapal pada Alur Pelayaran Barat Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode Gap analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada Pelabuhan Tanjung Perak khususnya di Alur Pelayaran Barat Surabaya kurang optimalnya armada kapal pandu, jumlah personal pandu, dan efisiensi waktu layanan pemanduan kapal. Saran yang diberikan adalah menambah jumlah armada kapal pandu, jumlah personil pandu, meningkatkan efisiensi waktu layanan pemanduan kapal yang dioperasikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP).