Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan One Week One Story terhadap kemampuan berbicara anak usia 5–6 tahun di RA Uswatun Hasanah Palembang. Kemampuan berbicara merupakan aspek fundamental dalam perkembangan bahasa anak usia dini yang berperan penting dalam mendukung kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan kesiapan belajar anak pada jenjang pendidikan selanjutnya. Perkembangan kemampuan berbicara anak sangat dipengaruhi oleh strategi pembelajaran yang digunakan guru. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih cenderung bersifat konvensional dan kurang memberikan ruang bagi anak untuk aktif mengekspresikan gagasan secara lisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen pra-eksperimental melalui desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data meliputi tes lisan, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji-t untuk mengetahui perbedaan kemampuan berbicara anak sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berbicara anak setelah diterapkannya kegiatan One Week One Story. Nilai rata-rata posttest lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pretest dan hasil uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan pada taraf signifikansi 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan One Week One Story berpengaruh positif terhadap kemampuan berbicara anak usia dini dan dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran bahasa yang efektif dan kontekstual.
Copyrights © 2026