Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH ICE BREAKING DAN TEKNIK MENDONGENG TERHADAP KREATIVITAS SEMANGAT BELAJAR ANAK USIA DINI DI TK DARMAWANITA DESA PANGKALAN BALAI KECAMATAN BANYUASIN III KABUPATEN BANYUASIN Remma, Ellanda Putri; Wahyuningsih, Dyah Lely; Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 1 No. 03 (2022): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v1i03.249

Abstract

Program pengabdian masyarakat dalam bentuk pendidikan ini atas dasar kerjasama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang dengan Desa Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan untuk memberikan pengajaran terkait peningkatan media pembelajaran yang ada di Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PAUD) Taman Kanak-Kanak Darmawanita dengan anak usia dini yang berjumlah 10 sampai 15 orang. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas anak usia dini (AUD) dengan ice breaking serta media APE (Alat Permainan Edukatif) dan membantu anak usia dini dalam mengembangkan Aspek Fisik Motorik, Kognitif, Bahasa, Sosial Emosional, dan Seni. Pada dasarnya setiap anak dilahirkan dengan kreativitas, namun jika anak tidak distimulasi, maka kreativitas anak akan terbelakang. Kegiatan kreativitas yang dilakukan oleh TK Darmawanita sangat membantu anak dalam mengembangkan kreativitasnya.Kita bisa membiarkan anak bermain dan menjelajahi lingkungannya, karena dengan begitu kita bisa membantu menumbuhkan kreativitas anak.Sebagai pendidik, kita menganggap muatan pendidikan untuk mengembangkan kreativitas anak sangat diperlukan.Kreativitas merupakan syarat yang diperlukan untuk menciptakan hal-hal baru, karena kreativitas merupakan pengembangan kemampuan yang penting, terutama dalam dunia yang sangat kompetitif ini Era globalisasi.Tentunya dalam hal ini pendidik memegang peranan penting dalam menumbuhkan kreativitas peserta didik. Kreativitas memang bukan bawaan lahir, tapi bisa dipelajari dan dikembangkan, sehingga bisa dikembangkan sejak usia sangat muda. Hal ini dikarenakan anak usia dini merupakan masa keemasan yang menjadi dasar dari tahapan selanjutnya. Pada masa pandemi covid-19 di era New Normal ini tentulah peran seorang pendidik sangat diperlukan untuk selalu memantau perkembangan anak.
PENGARUH ICE BREAKING DAN TEKNIK MENDONGENG TERHADAP KREATIVITAS SEMANGAT BELAJAR ANAK USIA DINI DI TK DARMAWANITA DESA PANGKALAN BALAI KECAMATAN BANYUASIN III KABUPATEN BANYUASIN Remma, Ellanda Putri; Wahyuningsih, Dyah Lely; Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 1 No. 03 (2022): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v1i03.249

Abstract

Program pengabdian masyarakat dalam bentuk pendidikan ini atas dasar kerjasama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang dengan Desa Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan untuk memberikan pengajaran terkait peningkatan media pembelajaran yang ada di Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PAUD) Taman Kanak-Kanak Darmawanita dengan anak usia dini yang berjumlah 10 sampai 15 orang. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas anak usia dini (AUD) dengan ice breaking serta media APE (Alat Permainan Edukatif) dan membantu anak usia dini dalam mengembangkan Aspek Fisik Motorik, Kognitif, Bahasa, Sosial Emosional, dan Seni. Pada dasarnya setiap anak dilahirkan dengan kreativitas, namun jika anak tidak distimulasi, maka kreativitas anak akan terbelakang. Kegiatan kreativitas yang dilakukan oleh TK Darmawanita sangat membantu anak dalam mengembangkan kreativitasnya.Kita bisa membiarkan anak bermain dan menjelajahi lingkungannya, karena dengan begitu kita bisa membantu menumbuhkan kreativitas anak.Sebagai pendidik, kita menganggap muatan pendidikan untuk mengembangkan kreativitas anak sangat diperlukan.Kreativitas merupakan syarat yang diperlukan untuk menciptakan hal-hal baru, karena kreativitas merupakan pengembangan kemampuan yang penting, terutama dalam dunia yang sangat kompetitif ini Era globalisasi.Tentunya dalam hal ini pendidik memegang peranan penting dalam menumbuhkan kreativitas peserta didik. Kreativitas memang bukan bawaan lahir, tapi bisa dipelajari dan dikembangkan, sehingga bisa dikembangkan sejak usia sangat muda. Hal ini dikarenakan anak usia dini merupakan masa keemasan yang menjadi dasar dari tahapan selanjutnya. Pada masa pandemi covid-19 di era New Normal ini tentulah peran seorang pendidik sangat diperlukan untuk selalu memantau perkembangan anak.
Pengaruh Kegiatan One Week One Story Terhadap Kemampuan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun di RA Uswatun Hasanah Palembang Remma, Ellanda Putri; Febriyanti, Febriyanti; Izza Fitri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan One Week One Story terhadap kemampuan berbicara anak usia 5–6 tahun di RA Uswatun Hasanah Palembang. Kemampuan berbicara merupakan aspek fundamental dalam perkembangan bahasa anak usia dini yang berperan penting dalam mendukung kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan kesiapan belajar anak pada jenjang pendidikan selanjutnya. Perkembangan kemampuan berbicara anak sangat dipengaruhi oleh strategi pembelajaran yang digunakan guru. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih cenderung bersifat konvensional dan kurang memberikan ruang bagi anak untuk aktif mengekspresikan gagasan secara lisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen pra-eksperimental melalui desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data meliputi tes lisan, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji-t untuk mengetahui perbedaan kemampuan berbicara anak sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berbicara anak setelah diterapkannya kegiatan One Week One Story. Nilai rata-rata posttest lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pretest dan hasil uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan pada taraf signifikansi 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan One Week One Story berpengaruh positif terhadap kemampuan berbicara anak usia dini dan dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran bahasa yang efektif dan kontekstual.